Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

2 Residivis Remaja Didor, Uang Hasil Jambret untuk Gaya di Depan Pacar

09 Desember 2019, 19: 40: 44 WIB | editor : Perdana

Dua residivis pelaku penjambretan dituntun polisi di Mapolres Sukoharjo

Dua residivis pelaku penjambretan dituntun polisi di Mapolres Sukoharjo (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Aksi kriminal dua residivis asal Sukoharjo ini akhirnya terhenti setelah jajaran Polres Sukoharjo memberikan "hadiah" timah panas. Kini, mereka dua remaja itu tinggal mempertanggungjawabkan segala tindak kriminal yang telah dilakukan di hadapan hukum.

Dua residivis jambret itu yakni Bagas Aji Hermawan, 18, warga Dukuh Pulosari RT 03 RW 4, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo dan Catur Res Jenar, 22, warga Dukuh Mlanjon RT 1 RW 5, Kemasan, Polokarto, Sukoharjo. 

Penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan penjambretan di depan Rumah Makan Mulyani, Jetis, Sukoharjo pada 15 November. Polres Sukoharjo lantas melakukan pengembangan dan membekuk pelaku di dua lokasi terpisah.

Catur yang pernah ditangkap polisi pada 2017 lalu, dibekuk di wilayah Polokarto. Saat dilakukan interogasi, Catur mengaku melakukan aksinya bersama Bagas. Akhirnya Bagas juga diringkus di Jalan Jombor, Bendosari.

Meski ditangkap di lokasi berbeda, namun keduanya sama-sama didor polisi pada bagian kaki. Sebab, mereka melakukan perlawanan saat akan diamankan.

"Karena keduanya berusaha melawan, maka kami ambil tindakan tegas terukur," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di Mapolres Sukoharjo pada Senin (9/12).

Bagas dan Catur bekerja sama dalam melakukan aksi jahat. Bagas jadi joki dan Catur sebagai eksekutor. Tak main-main, dua pelaku yang masih remaja itu telah beraksi, baik menjambret maupun mencuri di 18 lokasi berbeda sejak Oktober 2018 lalu. 

Dalam melakukan aksinya, dua remaja itu nekat mengukut apa saja yang bisa diambil. Mulai handphone, sepeda motor, hingga belasan burung. 

"Dari pengkuan pelaku, mereka nekat menjambret buat foya-foya. Keduanya juga residivis kasus pencurian burung yang ditahan lima bulan. Dan saja baru keluar dari rumah tahanan," imbuh kapolres.

Sementara itu, pelaku Bagas mengaku, selama ini dia menjadi joki. Bagas merupakan residivis diversi yang sebelumnya pernah ditahan di Rutan Anak karena nekat mencuri di usia 11 tahun. Tidak kapok, Bagas kembali mengulang aksinya sejak Oktober 2018.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bagas nekat mencuri untuk bergaya di depan pacarnya. "Uangnya buat rental mobil. Biar bisa jemput pacar pakai mobil dan kelihatan bergaya di depan pacar," kata Bagas. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia