Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Tahun Depan, Prioritas Infrastruktur Wilayah Utara Bengawan Solo

10 Desember 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Bupati Yuni menyapa siswa di sela peresmian jalan Nguwer-Cungkul di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, kemarin (9/12)

Bupati Yuni menyapa siswa di sela peresmian jalan Nguwer-Cungkul di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, kemarin (9/12) (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Perbaikan jalan terus dilakukan pemerintah Kabupaten Sragen. Kemarin (9/12), Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan jalan Nguwer – Cungkul, Kecamatan Masaran. Prioritas perbaikan jalan tahun depan menyasar ke kecamatan-kecamatan di utara Sungai Bengawan Solo.

Bupati menyampaikan, Kecamatan Masaran salah satu yang mendapat perhatian besar tahun ini. Selain jalan tersebut, juga perbaikan Jembatan Bejingan di Desa Pilang yang menghubungkan empat desa. Tahun lalu Kecamatan Plupuh yang mendapat banyak titik perbaikan jalan. Termasuk Kecamatan Gondang dan Sambirejo. Sementara tahun depan prioritasnya kawasan utara Sungai Bengawan Solo.

”Plupuh belum tuntas. Masih ada jalan yang menuju klaster Manyarejo yang belum selesai tahap tiga. tahun 2020 giliran utara Bengawan,” beber Yuni.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Marija menyampaikan, perbaikan jalan Nguwer-Cungkul menghabiskan anggaran Rp 7,8 miliar dengan panjang 7 kilometer dan lebar 5 meter. ”Konstruksi campur antara cor dan hotmix,” terangnya.

Dia menjelaskan proyek perbaikan infrastruktur di Sragen sudah mencapai 70 persen. Semua pekerjaan ditargetkan selesai pada 23 Desember mendatang. ”Yang sudah selesai Mlokolegi-Guworejo, Nyi Ageng Serang, Bejingan-Sidodadi. Yang lain masih proses,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Sragen Suparno berharap perbaikan infrastruktur bisa mendongkrak perekonomian warga setempat. ”Infrastruktur di wilayah Gebang masih cukup baik. Yang belum tersentuh pemerintah adalah home industri. Kita perlu sentuh usaha mikro,” ujarnya.

Suparno menegaskan menolak semua jenis pajak yang memberatkan ekonomi mikro. Dia mendesak pemkab bisa mendatangkan investor untuk mengembangkan Kabupaten Sragen. Selain itu juga diperlukan inisiatif desa dalam mengembangkan wilayahnya.

”Desa silakan menjalankan, imajinasi, idenya menuangkan pikirkan untuk berkembang,” tandasnya. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia