alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Soal Fisik, Masih Jadi PR Persis

10 Desember 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Pemain Persis Solo melakukan selebrasi gol, usai sukses menjebol gawang Persik Kediri (8/12)

Pemain Persis Solo melakukan selebrasi gol, usai sukses menjebol gawang Persik Kediri (8/12) (MEDIA OFFICER PERSIS SOLO FOR RADAR SOLO)

Share this      

KEDIRI - Hasil celebration game kontra Persik yang membawa kemenangan bagi Persis Solo seperti memperbaiki catatan musim lalu. Di mana Persis juga sempat jadi tamu istimewa perayaan juara klub Liga 2, yang di musim 2018 diraih PSS Sleman. Kala itu, Super Elang Jawa mengajak Persis mengikuti celebration game. Dan, laga di Stadion Maguwoharjo berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.

Situasinya beda saat ini, karena Persis sukses menang 1-0 kontra Persik. Walau bisa menang kontra Laskar Macan Putih, coach Salahudin menganggap masih banyak catatan yang perlu diperbaiki oleh pemainnya. “Kita bersyukur dengan hasil ini. Pada dasarnya mereka (pemain Persis) bermain cukup luar biasa. Mereka bermain tanggung jawab, walau ini hanya sebatas celebration game,” terang head coach Persis Salahudin.

Walau bisa menang atas jawara Liga 2 2019, eks pelatih Persiba Balikpapan dan Madura FC tersebut menganggap masih banyak yang perlu diperbaiki. “Evaluasinya banyak. Mulai dari kekurangan di fisik, organisasi bertahan, finishing dan disiplin selama permainan yang harus ditingkatkan lagi,” ujarnya. 

Salahudin menganggap pemain banyak yang belum kuat untuk dimainkan selama 2x45 menit. Ke depannya program penggenjotan fisik akan dilakukan dan tentu baru bisa berjalan setelah pemain komplet.

Di lain sisi, dalam laga kontra Persik, gol semata wayang Persis dicetak oleh Slamet Budiono di menit ke-58’. Walau begitu, Persis punya catatan. Ada empat kartu kuning yang ditabung di laga ini, yang didapatkan oleh Susanto (69’), Alaik Sobrina (56’), M Sulton (51’), dan Rony Saputro (88’). Nama terakhir bahkan mendapatkan kartu kuning pada dua menit setelah dia menginjak rumput Stadion Brawijaya, usai menggantikan Slamet Budiono.

Ini perlu dievaluasi, karena jika dalam satu laga Persis mendapat lima kartu kuning atau lebih, tentu sanksi denda dari pihak Kondis PT LIB tentu akan merugikan manajemen.

Tim lawan juga meraih kartu kuning, yang tak sedikit. Bahkan pemain terbaik Liga 2 2019, Taufiq Febriyanto mendapatkan dua kartu kuning pada menit ke-43’, dan 75’. Ini membuat Taufiq harus keluar lapangan lebih cepat dari rekan-rekannya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia