alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Panahan NPC Siapkan 12 Atlet Terbaiknya

10 Desember 2019, 17: 19: 21 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Beberapa atlet panah NPC tengah berlatih jelang terjun di ajang APG 2019 di Filipina.

FOKUS: Beberapa atlet panah NPC tengah berlatih jelang terjun di ajang APG 2019 di Filipina. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia ikut mengandalkan cabor panahan di ajang Asean Para Games (APG) 2019. Cabor ini sudah menyiapkan 12 atlet terbaiknya untuk terjun di  APG 2020, yang akan digelar di Filipina, 18-25 Januari 2020. 

Di kelas recurve putra, ada tiga pemanah, yakni Setiawan, Dio Prasetyo, dan M. Abrow. Sedangkan di kelas putri recurve, yang diharapkan bisa dapat medali adalah Ninik, Ijah Khodijah, dan Sumiarti.

Di kelas compound ada enam atlet yang sudah disiapkan. Mulai dari Fitriansyah, Kent Swagumilang, Muh. Ali di kelas putra. Sedangkan di kelas compound putri, harapan Indonesia akan tertuju pada sosok Tuwariyah, Irmawati, dan Tutik Yumiati.

”Kita sudah sangat siap. Target awal kita adalah satu emas. Semoga meleset ke atas, dan mendapatkan lebih dari (target awal) itu,” terang Tri Sugeng Purwanto, pelatih kepala pelatnas panahan untuk event Asean para Games kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Fitriansyah jadi salah satu atlet andalan untuk mendulang medali emas. Sebelumnya dia sudah unjuk gigi usai mendapat emas dalam sebuah kejuaraan di Surabaya. Padahal lawannya adalah atlet-atlet normal.

Belum lama ini, Indonesia juga mengikuti kejuaraan di luar negeri. Di Thailand, Indonesia sukses meraih satu medali emas, dan tiga perunggu. 

Emas diraih dari kela sberegu recurve. Yang disumbangkan oleh Setiawan, Dio Prasetyo, dan M. Abrow

“Di APG nanti, Malaysia jadi pesaing terberat kita. Di kelas recurve perorangan, Malaysia sosok bernama Suresh (Selvathamby). Dia itu juara dunia. Tapi kita sempat ketemu di Thailand, dan performanya tengah menurun,” paparnya.

Dia juga mengakui Malaysia punya andalan di kelas compound putra, atas nama Wiro Julin. Untuk compound putri, Singapura sepertinya akan tetap mengandalkan sosok Siti Nur.

 “Kita tetap optimistis menatap ajang di Filipina nanti. Perkembangan atlet kita yang baru-baru ini juga sudah sangat baik. Beberapa catatan tembakan mereka semakin akurat, dan saat ini kita terus mengutamakan latih tanding ke pada mereka, agar bisa semakin tepat bidikannya,” ujarnya. (nik)

Di lain sisi, di ajang sebelumnya di APG Malaysia 2017 silam, Indonesia sukses menyumbangkan 1 emas dan 3 perak dari cabor panahan. Peraih emas panahan kala itu, yakni Toto Hastomi, ternyata tak lagi masuk skuad panahan Indonesia. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP