Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Amukan Puting Beliung, 2 Nyawa Melayang Tertimpa Gedung & Pohon Ambruk

12 Desember 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Gedung pertemuan milik Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, roboh diterjang lisus, Rabu (11/12).

Gedung pertemuan milik Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, roboh diterjang lisus, Rabu (11/12). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Angin puting beliung di daerah eks Karesidenan Surakarta membawa korban jiwa. Dua nyawa melayang di Klaten dan Boyolali akibat kejadian alam ini. Sementara di Karanganyar beberapa rumah dan sepeda motor rusak.

Jumeri, 68, warga Dusun/Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali ini meninggal akibat tertimpa bangunan gedung  yang roboh disapu angin puting beliung, Rabu siang. Peristiwa ini terjadi pukul 13.30. Saat itu, korban baru saja mengambil beras dari Desa Tlawong, Kecamatan Sawit. 

Saat perjalanan pulang kembali ke rumah, sepeda motor yang dikendarai mogok. Kemudian hujan deras mengguyur. Jumeri kemudian berteduh di dalam gedung serba guna milik Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalrejo. Sepeda motornya diparkir di teras gedung.  Tak lama kemudian gedung yang baru diresmikan 17 Agustus 2018 dengan kontruksi besi dan beratap galvalum itu roboh.

“Saya malah tidak dengar suara ambruknya gedung ini. Karena saking derasnya hujan,” ujar Syarifah, 60, seorang pedagang yang rumahnya di depan gedung roboh itu. Dia hanya merasakan goncangan seperti gempa bumi saja. 

Setelah hujan agak reda dia melihat bangunan gedung bertembok batu bata itu sudah  rata dengan tanah. Warga sekitar juga langsung berdatangan. Awalnya warga tak mengetahui jika di dalam gedung itu ada tubuh tertimpa bangunan. Namun, warga curiga adanya sepeda motor berada di teras gedung  tertimpa bangunan.

“Warga kemudian melihat lebih teliti lagi. Ternyata benar, ada Jumeri tertimpa puing bangunan,” ujarnya. 

Setelah itu warga memberitahu informasi ini kepada pemdes dan kepolisian setempat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan. “Luka yang dialami korban sangat parah. Banyak darah yang keluar,” tambah Bari, 63 warga lain. 

Kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian. Warga sementara dilarang masuk lokasi kejadian karena masih dalam proses penyelidikan.  Kapolsek Sawit AKP Joko Widodo bersama anak buahnya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. 

Kejadian tragis juga menimpa Alifa Azahra Awinda Putri, 6. Bocah asal Dusun Jungkare RT 7 RW 3, Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten ini meninggal tertimpa pohon ambruk. Saat itu dia naik sepeda motor bersama kedua orang tuanya, Sahawi, 31, dan Tri Sundari, 36. Pasangan suami istri ini hanya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Islam Klaten. 

Sementara di Karanganyar, dua rumah dan satu sepeda motor rusak akibat tertimpa pohon ambruk. Kejadian ini di Desa Macanan dan Banjaharjo, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar. Peristiwa ini terjadi setelah terjadi hujan deras disertai angin kencang kemarin siang. (wid/ren/rm1/bun)

(rs/wid/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia