Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Warga Terdampak Bau Limbah Ancam Duduki Pabrik PT RUM

12 Desember 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Warga bertahan di halaman PT RUM menuntut penuntasan bau limbah, Selasa (11/12). Aksi ini berlangsung dua hari berturut-turut.

Warga bertahan di halaman PT RUM menuntut penuntasan bau limbah, Selasa (11/12). Aksi ini berlangsung dua hari berturut-turut. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Aksi ratusan warga di kawasan PT RUM terkait bau limbah masih berlanjut hingga kemarin (11/12). Massa mengancam menduduki pabrik bahan baku tekstil rayon itu bila pucuk pimpinan tidak bersedia menemui.

Massa tidak hanya berasal dari sejumlah desa di Kota Makmur yang terdampak bau limbah. Tapi juga dari Selogiri, Wonogiri. Mereka berkali-kali memukul kentongan sebagai bentuk protes.  

Salah seorang warga Selogiri, Wonogiri Siti Khuzaenah mengaku terganggu bau busuk limbah PT RUM sejak dua tahun lalu. “Saya ke sini mencari keadilan udara bersih seperti dulu. Sebelum ada PT RUM. Kita selalu risau, gelisah mencium bau limbah PT RUM pagi, siang maupun malam. Baunya seperti telur busuk, bikin tidak bisa tidur,” tegasnya.

Siti berharap manajemen PT RUM segera menemui massa untuk memberikan solusi bau limbah. Bukan hanya melakukan dialog dengan perwakilan warga terdampak limbah.

"Kita tunggu sampai besok (hari ini). Ojo gur ngapusi wae, janjine palsu (Jangan cuma berbohong. Janjinya palsu). Kalau tiga hari ini nggak bisa ditemui, kita mau ke Pemkab Sukoharjo,” ujarnya.

Peserta aksi lainnya Ratmo Wiyono, 65, mengatakan, pada Selasa malam (10/12) hingga Rabu pagi (11/12), bau limbah PT RUM masih menyengat. “Baunya kaya jengkol, pete, macam-macamlah. Tiap muncul bau, saya pukul kentongan. Nanti mesinnya agak di-lirihkan (kurangi produksi). Harapan saya hanya meminta udara tidak bau. Bagaimana pun caranya. Apa diganti mesinnya biar tidak bau lagi," urai warga Dusun Ngrapah, Desa Gumpit, Nguter. 

Karena pernah mengalami sesak nafas akibat bau limbah PT RUM, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak ini akan terus berdemo hingga PT RUM memberikan solusi.

Koordinator lapangan warga terdampak PT RUM (Rata PT RUM) Hirman menegaskan, akan menggelar aksi selama tiga hari terhitung Selasa-Kamis (10-12/12). “Kalau PT RUM tidak menemui kami, maka kami akan menduduki pabrik dengan membuat tenda. Kami akan memblokir jalan masuk kendaraan barang," ungkapnya.

Menurut Hirman, sudah beragam cara dilakukan untuk menyampaikan aspirasi ke Pemkab Sukoharjo agar segera mengatasi bau limbah. Tapi belum ada hasil. Sebab itu, dia menilai pemerintah kurang serius merespons keluhan masyarakat.

Juru bicara PT RUM Bintoro Dibyoseputro menuturkan, pihaknya menghargai hak masyarakat menggelar aksi. Diterangkannya, PT RUM berencana memasang mesin H2SO4 recovery plant yang berfungsi mendaur ulang gas H2S menjadi H2SO4 sebagai solusi bau limbah. “Semoga dalam 12 bulan ke depan sudah terpasang alat H2SO4 recovery plant. Saat ini sedang tahap perencangan. Ini tidak seperti beli barang jadi. Tapi harus disesuaikan dengan kapasitas bahan baku yang didaur ulang,” beber dia.

Sementara itu, Wakapolres Sukoharjo Kompol Komang Sarjana mewakili Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, untuk mengamankan aksi, dikerahkan 327 personel gabungan TNI-Polri dan satpol PP dan BKO Polres Wonogiri. "Izin aksi dari pukul 13.00 sampai 17.00 pada tanggal 10 sampai 12 Desember," pungkasnya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia