Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Ribuan Dokumen di Kantor Disdukcapil Klaten Terancam Rusak

12 Desember 2019, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Dokumen kependudukan di ruangan pelayanan Kantor Disdukcapil Klaten yang plafonnya ambrol.

Dokumen kependudukan di ruangan pelayanan Kantor Disdukcapil Klaten yang plafonnya ambrol. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Puluhan ribu dokumen kependudukan yang tersimpan di ruangan lantai I kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten terancam rusak. Itu menyusul ambrolnya plafon di ruang dokumen akibat bocornya lapisan beton di lantai II sejak 24 November lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/12), tampak sejumlah plafon ambrol. Tidak kuat menahan air hujan yang menetes dari lapisan beton di lantai 2.

“Sebelumnya sudah mendapat laporan dari teman-teman. Kali ini sedang kami cek. Ternyata dokumen yang berada di lantai 1 terancam rusak kena air hujan jika tidak segera diamankan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Klaten Sri Winoto.

Sri Winoto meminta dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperwaskim) segera melakukan pembenahan. Mengingat beberapa hari ini intensitas hujan meningkat. Apalagi di ruangan itu juga digunakan untuk server.

Namun, memindahkan puluhan ribu dokumen dan arsip memerlukan tenaga dan waktu sekitar sebulan. Kendala lainnya, disdukcapil belum punya anggaran pemindahan dokumen ke lokasi yang aman. Selain itu, pemindahan tidak bisa sembarangan. Sebab dokumen sudah tertata berdasarkan klasifikasi.

“Jangan sampai saat memindahkan dokumen, justru menyulitkan kami. Tapi kalau harus menunggu waktu dan anggaran, ya itu. Rawan rusak. Apalagi kondisi bangunannya seperti ini,” imbuh pria yang juga Asisten Administrasi Setda Klaten tersebut.

Hasil pengecekan, lapisan beton di lantai 2 yang bocor mengalami keretakan. Kerusakannya cukup parah. Dikhawatirkan merembet ke ruangan server yang terhubung dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jateng terebut.

“Dokumen aktif ini kalau sampai kena air pasti rusak. Dokumen ini tidak boleh dimusnahkan karena menyangkut identitas setiap orang. Setiap saat dibutuhkan untuk berbagai keperluan,” imbuhnya.

Kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Disdukcapil Klaten Sapto Nugroho mengaku dokumen yang tersimpan mayoritas blangko kartu keluarga (KK) hingga akte kelahiran. “Dulu blangko disimpan di lantai 2. Sekarang di lantai 1 setelah ada kejadian kemarin (atap ambruk). Tapi kondisi di bagian atasnya juga mengkhawatirkan. Sehingga perlu dipindahkan segera,” terangnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia