Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kisah Alifa Azzahra, Bocah yang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Hendak Antar Ayah Cari Kerja ke Jakarta

12 Desember 2019, 13: 12: 27 WIB | editor : Perdana

DILEPAS: Jenazah Alifa saat hendak dimakamkan di TPU desa setempat kemarin sore.

DILEPAS: Jenazah Alifa saat hendak dimakamkan di TPU desa setempat kemarin sore.

Share this      

Keceriaan Alifa Azzahra Awinda Putri, 6, kini tinggal kenangan. Bocah asal Dusun/Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten, ini meninggal setelah tertimpa pohon ambruk usai diterjang angin kencang kemarin. Seperti apa kisahnya?

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

ISAK tangis Sutirah, 65, seketika pecah setelah melihat jenazah cucunya, Alifa Azahra Awinda Putri, 6, tiba di rumahnya kemarin sore. Terlebih lagi kedua orang tuanya, yakni Sahawi, 31, dan Tri Sundari, 36, juga menjadi korban meski hanya mengalami luka-luka. Mereka kini menjalani perawatan secara intensif di RSU Islam Klaten. 

Seusai jenazah tiba, para tetangga berdatangan melayat. Mereka segera menyiapkan pemakaman di TPU Daleman yang berjarak 300 meter dari rumah duka pada Rabu (11/12) pukul 17.00.

“Kejadian itu bermula saat Alifa bersama kedua orang tuanya hendak pergi ke Terminal Penggung.  Ketiganya naik sepeda motor pukul 13.30. Sundari dan Alifa hendak mengantarkan ayahnya untuk mencari pekerjaan di Jakarta,” ujar Kepala Desa Jungkare Wakhid Muhsin, Rabu (11/12).

Saat itu posisi Alifa berada di depan.  Sedangkan Sundari membonceng  Sahawi. Perjalanan dari kediaman menuju Terminal Penggung itu melintasi jalan raya Karanganom-Jatinom. Di tengah perjalanan terjadi angin kencang, tetapi kendaraan terus dipacu.

Hingga akhirnya saat perjalanan sampai di jalan raya Karanganom-Jatinom di Dusun Tegalsari, Desa Kunden, Kecamatan Karanganom, sepeda motor korban tertimpa pohon mahoni yang ambruk. Lokasi kejadian berada di sisi barat Masjid Joglo Baitul Makmur.

“Pohon itu tumbang setelah diterpa angin kencang. Persis menimpa Alifa yang duduk di bagian depan dan langsung meninggal dunia di lokasi. Sedangkan Sahawi dan Sundari sempat di bawa ke Puskesmas Karanganom sebelum akhirnya di rujuk di RSU Islam Klaten,” ujar Wakhid Muhsin.

Wakhid yang mengantarkan Sahawi dan Sundari saat di bawa ke RSU Islam Klaten. Sahawi mengalami luka di bagian kepala dan tangan hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan Sundari mengalami sesak di bagian dada tetapi masih sadarkan diri.

Sang ibu masih syok atas kejadian itu. Sebab, anak kesayangannya meninggal dalam kejadian itu. Perempuan ini bahkan berulangkali mengungkapkan penyesalannya kenapa tidak dia saja yang harus meninggal. 

“Mungkin itu rasa sayang dari ibu yang begitu besarnya. Itu wujud cinta ibu terhadap anaknya. Malah Sahawi belum tahu kalau anaknya telah meninggal karena sampai kemarin belum sadarkan diri,” ucapnya.

Sementara itu paman korban, Mujiyono, 59, mengungkapkan kesedihannya atas meninggalnya Alifa. Kini dia sudah tidak bisa lagi melihat keceriaan gadis kecil yang masih duduk di bangku TK ini. Alifa sendiri merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sang adik masih berumur dua tahun bernama Adira. Saat kejadian adiknya memang tidak ikut serta.

Mujiyono juga sempat menemui kedua orang tua Alifa untuk mengetahui kondisinya. Memang Sahawi masih tidak sadarkan diri, tetapi sempat menanyakan keberadaan anaknya kepadanya. Sedangkan Sundari hanya merasakan sesak di bagian dada dan terus menangis atas kejadian yang baru saja ditimpanya itu.

“Kalau Sahawi sempat bekerja di Malaysia selama lima tahun sebelum akhirnya pulang ke sini. Di sini kerjanya memang serabutan. Dia ingin mencari pekerjaan di Jakarta. Tapi saat hendak pergi mencari pekerjaan malah ada kejadian seperti ini,” ucap Mujiyono.

Jenazah Alifa pun dimakamkan tanpa kehadiran kedua orang tuanya karena masih menjalani perawatan di rumah sakit. Jenazahnya hanya diantarkan oleh para kerabat dan tetangganya yang melayat. (*/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia