Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

9 Kecamatan Disapu Angin Kencang

12 Desember 2019, 14: 57: 48 WIB | editor : Perdana

EVAKUASI: Bangunan roboh tertimpa pohon yang tumbang di Kecamatan Trucuk, Klaten kemarin. Foto atas, pohon tumbang di Umbul Pengging, Banyudono, Boyolali.

EVAKUASI: Bangunan roboh tertimpa pohon yang tumbang di Kecamatan Trucuk, Klaten kemarin. Foto atas, pohon tumbang di Umbul Pengging, Banyudono, Boyolali. (ANGGA PURENDA-TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Angin kencang melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Klaten, Rabu sore (11/12) sekitar pukul 14.00. Seorang dilaporkan tewas dan tujuh orang luka-luka. Sebelumnya, Senin sore (10/12), tiga kecamatan di Boyolali juga disapu angin kencang.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Klaten, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Jalan Jatinom-Karanganom. Termasuk Objek Mata Air Cokro (OMAC), Kecamatan Tulung.

Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Kecamatan Manisrenggo, Karanongko, Klaten Utara, dan Trucuk. Menimpa balai desa maupun rumah warga. Kecamatan Delanggu, Karanganom, dan Polanharjo juga tak luput dari angin kencang. Pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik hingga bangunan rumah. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jaka Sawaldi sempat meninjau korban yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang. Yakni Alifa Azahra Awinda Putri, 6, warga Dusun Jungkare RT 7 RW 3, Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom. 

“Kami terus lakukan pemantauan. Termasuk mengimbau warga jika menemukan pohon yang sudah lapuk, segera ditebang. Apalagi yang rawan tumbang,” ucap Jaka.

Sementara itu angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, Senin sore (10/12). Di antaranya Kecamatan Banyudono, Sawit, dan Teras. Termasuk objek wisata Umbul Pengging di Desa Dukuh, Banyudono.

Sekitar lima batang pohon beringin di kawasan cagar budaya kompleks wisata Umbul Pengging ambruk. Salah satunya menimpa teras konter telepon seluler. Selain itu, bangunan Joglo juga rata dengan tanah. Pengelola Umbul Pengging Wardoyo mengaku angin puting beliung menerjang sekitar pukul 17.00. Disertai hujan deras.

“Setelah reda, hujan turun kembali. Disertai angin kencang sekali seperti puting beliung. Merobohkan lima pohon beringin. Rumah Joglo bahkan seperti diangkat sebelum ambruk,” terangnya, kemarin (11/12.

Angin puting beliung berlangsung sekitar 10 menit. Beruntung saat itu tidak ada pengunjung. Sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka. Pihak pengelola bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, serta badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat langsung melakukan pembersihkan usai kejadian.

Demi keamanan pengunjung, Umbul Pengging ditutup sementara waktu. Sebab evakuasi pohon beringin yang tumbang butuh proses cukup lama. Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Secepatnya dibuka lagi. Menunggu bersih dulu,” bebernya.

Sementara itu, puting beliung juga merobohkan pohon berukuran besar dan berumur ratusan tahun di Umbul Leses, Desa Jenengan, Kecamatan Sawit. Batang berukuran besar dari cabang pohon yang patah menimpa ruko meubel di sampingnya. Akibatnya, ruko tersebut rusak berat. Sebagian temboknya hancur.

Angin puting beliung juga merobohkan pohon beringin di Umbul Guyangan, Desa Bendan, Banyudono. Serta pohon ringin besar di dekat sumber air PUDAM Tirta Ampera Boyolali di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono. (ren/wid/fer)

(rs/ren/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia