Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Terdampak Proyek Waduk Jlatah, Emoh Ganti Rugi Rp 150 Ribu/Meter

12 Desember 2019, 15: 03: 50 WIB | editor : Perdana

PROTES: Belasan warga terdampak proyek Waduk Jlatah di Desa Tlobo, Jatiyoso meminta nilai ganti rugi dinaikkan. 

PROTES: Belasan warga terdampak proyek Waduk Jlatah di Desa Tlobo, Jatiyoso meminta nilai ganti rugi dinaikkan.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sejumlah warga Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, terdampak pembangunan Waduk Jlantah tak setuju nilai ganti rugi yang ditawarkan pemerintah. Mereka menyampaikan protes ke Balai Desa Tlobo, kemarin (11/12).

Warga menilai ganti rugi atas lahan mereka yang terkena proyek Waduk Jlantah, rendah. Tawaran nilai ganti rugi itu disampaikan di Balai Desa Tlobo, Senin (9/12). Hasil penghitungan dari tim appraisal tidak seperti mereka harapkan.

”Intinya warga tidak terima karena harga tanah mereka rendah. Mereka meminta pihak panitia proyek untuk bisa menaikkan harganya,” kata Camat Jatiyoso Budi Santoso.

Budi menjelaskan, panitia akhirnya merevisi nilai ganti rugi. Nominalnya berbeda-beda. Ada yang awalnya per meter dihargai Rp 100.000 lalu dinaikkan jadi Rp 150.000. Warga diberi waktu untuk mempertimbangkan tawaran itu hingga Kamis (12/12) pukul 09.00.

”Ada revisi nilai ganti rugi lagi dari panitia. Besok (hari ini,Red) sebelum jam 09.00, warga diminta memberi jawaban iya atau tidak,” ucap Budi.

Jika nantinya tetap tak setuju dengan nilai ganti rugi, panitia mempersilakan warga mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) atau yang biasa disebut proses konsinyasi.

”Ya kalau masih tidak menerima, dipersilahkan menempuh upaya hukum,” paparnya.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Heriantono Waluyadi menjelaskan, pemberian ganti rugi kepada 849 bidang ditargetkan selesai 2020 mendatang. pemberian ganti rugi secara bertahap. Tahap pertama ke 105 bidang Senin lalu. Disaksikan Bupati Juliyatmono, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar, dan tim appraisal. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia