Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

BPPKAD Surakarta Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Akuntabel

13 Desember 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjat menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo

Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjat menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo

Share this      

SOLO – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta menerima penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Tahun 2019. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap jalannya pemerintah daerah yang bersih. 

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (10/12). Pada kesempatan tersebut, wapres menyebut penghargaan zona integritas kepada unit-unit pelayanan strategis tersebut merupakan upaya menciptakan pemerintahan bersih, akuntabel, dan melayani.

“Dengan predikat unit kerja yang berhasil meraih WBK dan WBBM (wilayah birokrasi bersih dan melayani), artinya unit kerja kita menjadi ikon perubahan birokrasi. Sehingga gerak langkah yang dilakukan akan dilihat seluruh stakeholder lain,” terang Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjat, Rabu (11/12).

Wapres, lanjut Yosca, berpesan agar institusi pemerintahan yang mendapat penghargaan terus menjalankan prinsip-prinsip pelayanan publik yang berintegritas dan bebas korupsi. “Semakin baiknya integritas birokrasi, maka akan memperkuat public trust dalam pelayanan publik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, penghargaan yang diraih bukanlah tujuan akhir. Pelayanan kepada masyarakat-lah yang selama ini menjadi prioritas kerja. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menandaskan, penghargaan yang diterima tak ada artinya jika pelayanan kepada masyarakat tidak dilakukan dengan sepenuh hati.

“Bagaimana kita bekerja nyata untuk masyarakat dan pelayanan prima tanpa membeda-bedakan. Jika masyarakat sudah dilayani dengan baik, senyum dari mereka itu penghargaan sesungguhnya,” paparnya. (irw/fer)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia