Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features
Cegah Depresi Agar Tidak Bunuh Diri

Bila Ada Masalah, Keluarga Harus Empati

13 Desember 2019, 12: 21: 26 WIB | editor : Perdana

Bila Ada Masalah, Keluarga Harus Empati

CEGAH depresi agar tidak nekat bunuh diri butuh peran semua pihak. Termasuk korban selamat dari aksi bunuh diri ini diperlukan pemerintah untuk intervensi. 

Psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Wonogiri Sri Sundarini mengatakan, agar seseorang tidak depresi dan nekat bunuh diri, lingkungan dan keluarga harus berempati dan peduli kepada seseorang yang sedang mendapatkan masalah. Khususnya keluarga terdekat harus selalu memberikan dukungan dan motivasi agar orang yang bermasalah itu menjadi kuat mentalnya, bisa menjalani ujian dan cobaan hidup.

“Menjadi pendengar yang baik agar seseorang yang bermasalah bisa mencurahkan perasaannya yang sedang sedih, terpuruk dan lainnya,” kata Sri Sundarini, Kamis (12/12).

Dia menyarankan agar selalu mengajak komunikasi seseorang yang bermasalah agar tidak putus asa dan hilang harapan hidup. Jika perlu mengajak orang yang bermasalah tadi berkonsultasi dengan ahli yang berkompetensi agar tidak mengalami depresi dan bunuh diri.

“Untuk perangkat desa, pemuka agama dan masyarakat bisa berperan mengajak masyarakat membangun ketahanan kesehatan jiwa dan kesehatan raga. Caranya dengan sering sosialisasi tentang ketahanan jiwa raga. Agar masyarakat tidak rentan depresi,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) Wonogiri Setyarini mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Pemerintah bisa melakukan berbagai intervensi untuk menangani anak korban yang selamat.

“Sangat dimungkinkan, anak yang selamat nanti bisa kami dampingi. Saya langsung koordinasi dengan kecamatan,” kata Setyarini. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia