Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Nasional

Kemensos Siap Bentuk Puskesos

13 Desember 2019, 12: 33: 14 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi bantuan dana

Ilustrasi bantuan dana

Share this      

SOLO – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mewacanakan menggelontorkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk tiap kota/kabupaten yang siap membentuk Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) tahun depan. Kemensos menargetkan dua desa di tiap kabupaten untuk mendirikan Puskesos.

Hal itu diutarakan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) di Hotel Kusuma Kartika Sari, Jebres, Kamis (12/12) siang.

Meski begitu, Juliari mengaku pendiriannya menunggu pengajuan dari tingkat desa. ”Karena itu silahkan mengajukan agar desanya memiliki Puskesos. Karena keterbatasan anggaran, maka tahun 2020 baru dua desa untuk masing-masing kabupaten," jelasnya.

"Puskesos didirikan sebagai layanan untuk permasalahan sosial di desa. Mengingat masih banyak permasalahan sosial yang dialami masyarakat. Nah, di Puskesos ini nantinya masyarakat bisa mengadukan persoalannya," paparnya. 

Juliari mengatakan sebagaimana anggara yang disediakan, maka diharapkan tahun depan sudah ada 1.028 Puskesos yang terbentuk di 514 kota/kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kalau bicara target, ya tadi tinggal jumlah kota/kabupaten dikalikan dua. Tapi yang jelas kami menunggu pengajuan dari bawah atau desa. Ini kan sebenarnya program yang sudah berjalan, namun tahun depan akan kita intensifkan," ujarnya.

Disinggung mengenai kategori desa yang bisa mengajukan Puskesos, Juliari mengatakan diharapkan desa yang sudah maju yang membentuk Puskesos. "Kalau untuk desa tertinggal, saya kira mereka biar fokus di pemenuhan hal-hal yang dasar dari orang-orang desa di sekitar situ dulu," ujarnya.

Ia sendiri berharap dengan adanya Puskesos, masyarakat desa yang membutuhkan pelayanan di bidang sosial bisa terjangkau dan terlayani dengan baik. "Masalah-masalah sosial seperti orang yang mohon maaf mentalnya terganggu, korban kekerasan atau misalnya contohnya lansia, anak terlantar itu bisa ke situ," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Papdesi Wargiyati mengatakan, Puskesos sangat dibutuhkan karena selama ini aparatur di desa menjadi jujugan pengaduan masalah sosial masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan bantuan atau program dari pemerintah. Iapun siap merealisasikan pembentukan Puskesos tahun depan

 "Nah kalau sudah ada Puskesos itu kan urusan kesejahteraan masyarakat apapun itu bisa menampung aspirasi masyarakat. Khususnya warga yang kurang mampu, yang kena bencana, hingga warga yang sedang punya masalah sosial. Hanya saja kan tadi disampaikan tahun depan baru untuk pilot project di dua desa di masing-masing kabupaten," paparnya (atn/nik)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia