Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

200 Km Jalan di Sragen Masih Rusak dan Membahayakan

14 Desember 2019, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi jalan di daerah Ngoncol, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen kota yang rusak

Kondisi jalan di daerah Ngoncol, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen kota yang rusak (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemkab Sragen masih punya pekerjaan rumah yang menumpuk dalam hal perbaikan jalan. Hingga akhir 2019, masih ada 200 kilometer (km) jalan yang kondisinya rusak dan membahayakan. Perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Marija mengakui kondisi jalan di Sragen belum sepenuhnya halus dan baik. Sekitar 20 persen jalan milik kabupaten yang masih rusak dan perlu perbaikan.

”Sragen masih 200 kilometer atau sekitar 20 persen yang belum diperbaiki,” ujar Marjia, kemarin (13/12).

Dia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak merata di 20 kecamatan di Sragen. Baik jalan yang di hotmix maupun jalan yang dicor. Perbaikan akan dilanjutkan tahun depan. Namun anggarannya sangat terbatas hanya sekitar Rp 60 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sragen, bantuan keuangan Provinsi Jateng maupun dana alokasi khusus dari pemerintah pusat.

”Anggarannya campuran. Kita siapkan yang prioritas, karena kita masih bayar hutang,” jelasnya.

Marija menyampaikan jalan yang rusak sebagian besar berada di kecamatan-kecamatan utara sungai Bengawan Solo. Seperti Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, Jenar, Plupuh, Kalijambe, Sumberlawang, Gemolong, dan Miri. Maka wilayah itu yang akan jadi prioritas.

Selain perbaikan jalan, DPUPR pada 2020 juga akan memperbaiki empat jembatan. Yakni jembatan Plampang di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang. Jembatan Butuh melintasi Bengawan Solo tahap II di Masaran. Lalu pembuatan jembatan baru di Desa Gilirejo Baru Kecamatan Miri yang rusak karena bencana alam, serta Jembatan Pucuk di perbatasan Kecamatan Kedawung dengan Kecamatan Masaran.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku masih banyak jalan yang belum sesuai harapan. Dia menyampaikan perbaikan infrastruktur berdasarkan prioritas kebutuhan dan kondisi. Ada pula menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Sisa jalan yang belum diperbaiki akan dianggarkan tahun selanjutnya.

”Tetap kami upayakan perbaikan jalan. Kalau jalan desa tentunya didorong dana desa, jalan kabupaten ya kami anggarkan dari APBD, jalan provinsi dan nasional kami ajukan juga,” beber Yuni. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia