Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ada Haul, Slamet Riyadi Contraflow 

15 Desember 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

JAGA KELANCARAN: Rekayasa lalu lintas yang diterapkan Dishub Kota Surakarta selama Haul Habib Ali, Senin-Rabu (16-18/12).

JAGA KELANCARAN: Rekayasa lalu lintas yang diterapkan Dishub Kota Surakarta selama Haul Habib Ali, Senin-Rabu (16-18/12). (DISHUB SURAKARTA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Selama pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Senin-Rabu (16-18/12), akses kendaraan di Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon mulai dari simpang tiga Loji Wetan hingga simpang tiga Semanggi bakal ditutup.

Kendaraan dari arah utara yang hendak menuju Sukoharjo maupun Wonogori diarahkan melalui Koridor Nonongan.

“Jalan Kapten Mulyadi dari simpang empat Sangkrah hingga simpang empat Baturono akan ditutup mulai Senin (16/12) pukul 14.00 hingga Rabu (18/12) pukul 10.00,” terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Ari Wibowo, Sabtu (14/12).

Konsekuensi dari penutupan itu harus ada pengalihan arus kendaraan dari arah utara, yakni diarahkan melalui Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Jenderal Sudirman, Gladak, Jalan Slamet Riyadi, dan belok ke selatan via simpang empat Nonongan. 

Melengkapi rekayasa lalu lintas tersebut, dishub menerapkan contraflow (lawan arus) di Jalan Slamet Riyadi mulai dari segmen Bundaran Gladag hingga simpang empat Nonongan. 

Contraflow akan membagi empat lajur Jalan Slamet Riyadi. Tiga lajur mengarah ke timur, satu lajur mengarah ke barat dari Gladak-Nonongan. Lokasi tersebut akan dipasang barikade sebagai pemisah antararus.

Dengan demikian, arus lalu lintas menuju Sukoharjo maupun Wonogiri, termasuk angkutan barang dari arah utara yang biasanya melewati Jalan Kapten Mulyadi, wajib belok ke kanan ke Jalan Mayor Kusmanto mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman lalu masuk ke jalur contraflow dan belok ke kiri atau masuk ke Jalan Yos Sudarso.

Sebaliknya, kendaraan dari selatan melalui Jalan Veteran belok kanan di simpang Gemblegan melalui Jalan Yos Sudarso berlanjut ke arah utara. Sedangkan, angkutan barang atau bus dari simpang Gemblegan diarahkan ke barat menuju Jalan Bhayangkara lalu ke Kerten.

“Tidak menutup kemungkinan jalur bus arah Wonogiri diarahkan langsung dari Kerten melalui Jalan Slamet Riyadi ke Jalan Bhayangkara langsung ke selatan," jelas Ari.

Dishub bakal berkoordinasi dengan pengelola Terminal Tirtonadi untuk menginformasikan kepada seluruh awak bus bahwa Jalan Kapten Mulyadi ditutup dan diminta menyesuaikan rute yang sudah disiapkan.

Mengantisipasi rawan kecelakaan antara pengendara dan railbus Batara Kresna yang sama-sama melintas di Jalan Slamet Riyadi, dishub menempatkan personelnya di Gladak dan Nonongan. 

"Evaluasi (haul) tahun lalu, warga parkir sembarangan sehingga berdampak kemacetan di Jalan Veteran. Kami harap warga bisa bersabar menyesuaikan pengaturan lalu lintas dan tidak membuka barikade pembatas contraflow," paparnya.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Surakarta Henry Satya mengaku telah menyiapkan empat lokasi parkir, yakni di halaman Benteng Vastenburg, Taman Parkir Loji Wetan, Alun-Alun Utara, dan Alun-Alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta.

Berkaca tahun lalu, banyak ditemui bus yang mengangkut rombongan jamaah maupun mobil pribadi parkir di badan jalan karena enggan mencari lokasi parkir. 

"Mengantisipasi hal itu, kami mengerahkan petugas patroli guna mengarahkan sopir bus untuk parkir di lokasi yang disediakan. Pengelola parkir eksidental dan juru parkir kami lengkapi dengan identitas khusus," ucap dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia