Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Perayaan Tahun Baru Dua Tahun tanpa Kembang Api

15 Desember 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

MERIAH: Gelaran CFN untuk mengisi malam pergantian tahun di Jalan Slamet Riyadi.

MERIAH: Gelaran CFN untuk mengisi malam pergantian tahun di Jalan Slamet Riyadi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Masyarakat diminta merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Sebab itu, pemkot melarang warga menyalakan petasan.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, larangan menyalakan petasan sudah dibuat dua tahun berturut-turut. Meski tanpa petasan, dia mengklaim perayaan tahun baru tetap meriah.

“Kami ingin melanjutkan tradisi ini. Tanpa kembang api, masyarakat lebih nyaman. Daripada uang dibakar, lebih baik untuk mengundang seniman," katanya, Sabtu (14/12).

Seperti tahun lalu, pemkot menggelar car free night (CFN) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Jalan Jendral Sudirman. Lima panggung seni akan memeriahkan CFN. Sejumlah Perumda juga akan mengisi panggung-panggung kecil bersama kelompok seni dari kelurahan-kelurahan.

Agenda yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yakni menyalakan sirene kuno di Stadion Sriwedari tepat pada pukul 00.00. Tower sirene di belakang gedung wayang orang (GWO) tersebut sudah eksis sejak zaman penjajahan.

Ketika Ramadan, sirene dibunyikan sebagai penanda buka puasa. Sirene juga selalu mengiringi detik-detik pembacaan teks proklamasi setiap upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI. 

“Zaman bapak saya dulu, kalau sirene itu berbunyi, artinya pasukan Belanda bersiap menyerang,” terang wali kota. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia