Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Travelling

Melepas Penat di Taman Sukowati

15 Desember 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Melepas Penat di Taman Sukowati

Taman kota selalu ramai jadi jujukan untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. Di Sragen, ada taman kota yang tak kalah sejuk untuk dikunjungi, yakni Taman Sukowati.

SUASANA taman yang teduh dan udara segar menjadi tujuan melepas penat di tengah kesibukan bekerja. Bagi warga Sragen, tidak perlu jauh-jauh untuk sekadar ”ngadem”. Taman Sukowati yang dulunya bernama Taman Tirtasari bisa menjadi alternatif jika tidak sempat jalan-jalan ke tempat wisata. Taman ini bahkan juga sering dikungjungi warga luar Sragen lho.

Taman Sukowati ditumbuhi pohon-pohon rindang yang mejadikan udaranya segar. Akses menuju lokasi dan tempat parkir, baik roda dua maupun roda empat juga tersedia. Wajar jika taman ini ramai pengunjung, terutama saat Minggu. Banyak komunitas atau keluaga yang sering ngumpul. Bahkan, bupati dan pejabat pemerintahan pemkab Sragen juga pernah menggelar acara outbond di sini.

Untuk menuju lokasi, aksesnya begitu mudah. Cukup 10 menit perjalanan dari Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen sudah bisa sampai lokasi. Lahan parkirnya cukup luas dan aman. Pengendara roda dua bisa masuk ke pintu tanpa dipungut biaya. Jika ingin masuk di pintu utama, harus berjalan lebih dahulu ke sisi timur.

Dari pintu gerbang utama, di sisi kiri sudah tersedia perpustakaan mobil yang disediakan untuk membaca anak-anak. Setelah beberapa langkah, tampak sebuah kapal motor yang sudah tidak terpakai yang dijadikan monumen di taman. Tepat di sisi baratnya sebuah embung yang banyak menampung air meski memasuki musim kemarau.

Berjalan berkeliling menuju ke arah barat, banyak kursi taman disediakan untuk pengunjung. Bahkan di sisi selatan ada pula rumah pohon bagi pengunjung untuk sekadar menaiki atau melihat suasana taman.

Selain itu banyak rumah burung merpati yang sengaja dibuat untuk berlindung burung-burung merpati yang dipelihara warga sekitar. Pengunjung bisa memberi makan burung itu. Tentu membawa bekal sendiri. Dengan luas lebih dari 6 hektare, Taman Sukowati bisa menjadi lokasi yang cocok untuk berkemah. Bupati dan para kepala dinas juga pernah berkemah di lokasi saat pembukaan awal tahun lalu.

Pengunjung yang doyan swafoto, ada beberapa patung kayu berbentuk dinosaurus dan hewan. Sementara di bagian danau ada becak air untuk mengelilingi danau. Lengkap dengan arena bermain anak dan kandang kelinci.

Taman ini juga dilengkapi wahana edukasi sejarah, yakni monumen perahu peninggalan VOC. Oleh pemerintah setempat dibuat menjadi seperti monumen sehingga cukup menarik untuk dijadikan objek selfie.

Meski tergolong baru dan banyak dikunjungi, namun tetap saja masih ada yang perlu dibenahi. Di area rerumputan dan sejumlah titik masih ada sampah yang berserakan. Hal ini tidak lepas dari perilaku pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Selain itu ada beberapa titik jogging track yang rusak, jadi yang mau jogging di Taman Sukowati dipersilahkan, tapi wajib hati-hati. Tempat seperti ini juga tidak lepas dari para pedagang kaki lima (PKL). Warga pun cukup senang mengunjungi salah satu taman yang ada di Sragen ini. ”Tidak sering, tapi beberapa kali aja, kalau hari minggu ini waktu libur. Tempatnya enak, wisata murah meriah di dekat kota,” beber Rozin Fathurahman, 24. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia