Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Bidan Harus Beri Bumil Kenyamanan

15 Desember 2019, 21: 28: 31 WIB | editor : Perdana

TAMBAH WAWASAN: Seminar ilmiah nasional Poltekes Kemenkes Surakarta di Megaland Hotel, Sabtu (14/12).

TAMBAH WAWASAN: Seminar ilmiah nasional Poltekes Kemenkes Surakarta di Megaland Hotel, Sabtu (14/12). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surakarta gelar Seminar Ilmiah Nasional di Megaland Hotel, Sabtu (14/12). Diikuti 700 mahasiswa maupun umum. Dalam seminar itu, calon bidan diharapkan makin unggul dan kompetitif.

Seminar mengangkat tema “Increase The Knowledge and Skill On-Non Conventional Therapy For Post Partum Care on Milenial Era”. Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta Emy Suryani berpesan agar ilmu yang didapat bisa diresapi. 

“Seminar minimal digelar setahun sekali. Kami berharap Poltekes Kemenkes Surakarta makin bersaing dan menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan kompetitif di taraf internasional. Ke depan lulusan akan dicarikan kesempatan untuk belajar maupun bekerja di luar negeri,” ucapnya.

Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta Endah Widhi menambahkan, calon bidan yang tengah menempuh pendidikan memiliki daya saing tinggi. Ke depan bukan hanya sekadar bisa kerja. Namun dapat membuka lapangan kerja untuk diri sendiri dan masyarakat. 

“Seminar ilmiah nasional ini dapat menambah ilmu para mahasiswa dengan model pembelajaran di luar yang mereka dapat waktu kuliah. Oleh sebab itu pembicara yang dihadirkan sangat kompeten di bidangnya masing-masing. Agar memberikan pandangan lebih luas untuk ke depannya,” jelas.

Meski tugas bidan hanya membantu persalinan normal, juga wajib menciptakan suasana nyaman dan tenang. Agar ibu hamil (bumil) lebih siap menghadapi proses persalinan. “Skil ini bisa dipakai bidan untuk pendampingan sejak hamil. Mengingat banyak ibu hamil kurang nyaman saat kehamilan pertama. Bidan bisa menerapkan berbagai pendekatan yang dijadwalkan,” bebernya.

Bidan di era milenial juga dituntut dapat mendeteksi gejala atau gangguan kehamilan. Lewat deteksi tepat, penanganan bumil dan janin yang mengalami gangguan kehamilan lebih terarah. “Ini sangat penting. Ibu dan bayinya akan terselamatkan dari gangguan kehamilan,” terangnya. (sct/ves/fer)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia