Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features

Pusaka Perdana Ndalem Mloyokusuman setelah Vakum Setengah Abad

16 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

WARISAN LUHUR: Empu di Ndalem Mloyokusuman menempa besi  yang akan dibuat keris kemarin (15/12). Produksi ini merupakan perdana setelah vakum setengah abad lebih.

WARISAN LUHUR: Empu di Ndalem Mloyokusuman menempa besi  yang akan dibuat keris kemarin (15/12). Produksi ini merupakan perdana setelah vakum setengah abad lebih. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Setelah  vakum membuat tosan aji sejak 1960-an, Ndalem Mloyokusuman kembali menempa pusaka baru Minggu kemarin (15/12). Pusaka perdana yang kembali dibuat di lokasi yang berada di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini diberi nama Kinara-Kinari.

Pagi itu para empu sudah bersiap di lokasi penempaan. Besi yang bakal dijadikan sepasang pusaka langsung dimasukkan ke dalam bara. Satu per satu empu langsung memukul pusaka tersebut. Setelah itu, besi kembali dimasukkan ke dalam perapian. Demikian hal itu  dilakukan berulang kali.

Di sisi lain, para juru kunci lokasi terlihat berdoa sambil membawa dupa dan sesaji. Dengan harapan Sang Maha Kuasa memberikan kelancaran selama proses penempaan pusaka bentuk sepasang keris Lanang dan keris Wadon ini berjalan.

Jejeneng Empu Ndalem Mloyokusuman Ferry Febrianto mengatakan, paling cepat, tiga bulan keris ini baru bisa rampung dan diserahkan kepada pemesan. “Karena ini merupakan jenis pusaka, tidak bisa sembarangan. Butuh proses, butuh ketelitian,” ujar Ferry.

Ditambahkan Ferry, pemilihan desain keris Kinara-Kinari ini merupakan permintaan dari pemesan, yaitu dari pengelola PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko. Kinara-Kinari sendiri merupakan makhluk surgawi berbentuk sepasang burung dengan kepala manusia. Di mana reliefnya terlihat di beberapa pahatan di Candi Prambanan.

“Kenapa Kinara-Kinari, karena keduanya merupakan simbol kasih sayang, lambang cinta sejati. Saling berpasang-pasangan, Keduanya saling melengkapi. Sehingga maksud dari diciptakannya pusaka ini adalah untuk mewujudkan harmonisasi antarumat manusia,” ujarnya.

Ferry mengurai, sepasang keris berbahan dasar besi ini berjenis keris luk tiga yang akan dipadukan dengan pamor dengan bahan meteorid. Untuk keris Kinara, memiliki pamor bermotif blarak sineret atau daun kelapa yang diseret. Artinya kepemimpinan.

“Sedangkan keris Kinari bermotif uwos kutah atau beras tumpah berarti kemakmuran dan kesejahteraan. Sehingga ketika disandingkan akan menjadi sinergi yang luar biasa. Antara kepemimpinan dan kemakmuran akan seimbang,” papar Ferry.

Dipilihnya Ndalem Mloyokusuman sebagai lokasi penempaan karena lokasi tersebut merupakan tempat para raja-raja keraton terdahulu membuat tosan aji. Pemilik rumah ini merupakan Gusti Pangeran Haryo (GPH) Mloyokusumo. Dia merupakan anak dari Paku Buwono (PB) IX sekaligus empu pusaka.

“Jadi lokasi seluas 6.666 meter persegi ini memiliki nilai historis yang kental, sehingga kita pilih lokasi ini sebagai tempat penempaan. Sudah tidak digunakan sejak 1960, dan pusaka Kinara Kirani menjadi pusaka perdana setelah beberapa tahun tidak pernah digunakan lagi,” ujarnya. 

Ke depan, lokasi ini menjadi lokasi penempaan berbasis edukasi dan kebudayaan dengan menjunjung tinggi tradisi-tradisi prosesi pembuatan keris yang sudah lama tidak dijalankan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan, sebagai pihak pemesan, pihaknya berharap pusaka ini bisa menjadi tetenger perusahaannya. “Di mana nanti tetenger ini akan digunakan sebagai simbol perusahaan. Kemudian ketika perusahaan melakukan kegiatan penting, maka bisa dikirab dan sebagainya,” ujarnya.

Ditambahkan Eddy, pihaknya sengaja membuat pusaka ini sebagai warisan bagi generasi selanjutnya. Pihaknya ingin membuktikan bahwa  di zaman sekarang, pembuatan keris masih eksis. “Ini bisa menjadi acuan bagi generasi setelah kita, sehingga seni keris ini tidak hanya sejarah,” ucapnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia