Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Fisik Harus Tetap Terjaga, Pemain Persis Dapat Libur Panjang

25 Desember 2019, 13: 48: 46 WIB | editor : Perdana

LIBUR DULU: Winger Persis Hapidin saat menghadapi pemain Unsa Asmi. Pemain Persis mendapat kesempatan libur selama 10 hari.

LIBUR DULU: Winger Persis Hapidin saat menghadapi pemain Unsa Asmi. Pemain Persis mendapat kesempatan libur selama 10 hari. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ujian nafsu sedang menghinggapi pemain Persis Solo saat ini. Mereka mendapat jatah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selama 10 hari lamanya. Pemain baru akan menjalani latihan lagi pada 3 Januari 2020 mendatang.

Namun, mereka harus mampu mengendalikan diri untuk tidak menuruti hawa nafsu selama menikmati libur panjang tersebut. Salah pola makan atau malas-malasan berlatih, bisa berdampak pada kondisi fisik pemain. Beruntung tim pelatih tetap memberi peer bagi mereka. Apa saja?

”Untuk pemain kita sampaikan jaga kondisi dengan baik selama liburan. Semua harus bersikap profesional supaya ketika masuk masa persiapan tim nanti bisa menjalani dengan maksimal,” beber asisten pelatih Persis Solo, Choirul Huda, kemarin (24/12).

Aturan yang diterapkan tim pelatih Persis musim ini nampaknya tidak seketat di era pelatih sebelumnya. Era Widyantoro musim 2017 misalnya. Saat itu pemain diancam sanksi potong gaji jika fisiknya kedapatan menurun usai libur panjang. Benar saja, usai libur digelar latihan fisik untuk mengukur kebugaran pemain. Sementara pelatih yang akrab disapa Cak Irul itu mengaku tidak menerapkan sanksi khusus ke pemain.

”Untuk pemain memang tidak ada sanksi. Tapi kita harap mereka sadar diri menjaga fisiknya. Nanti latihan perdana setelah libur panjang akan kita tes lagi,” bebernya.

Latihan terakhir sebelum libur Nataru digelar di Stadion Sriwedari, Senin (23/12). Sejumlah pemain ternyata sudah lebih dulu meninggalkan Solo. Sebut saja Okky Derry, M Shulton, dan Dedi Tri Maulana. Head coach Persis Solo Salahudin tak mempermasalahkan kepulangan tiga pemain itu. Hanya saja dia memberi peringatan bagi pemain untuk kembali ke Solo dalam kondisi fit.

”Meskipun libur panjang, fisik harus tetap dijaga. Karena mulai Januari nanti program utama akan benar-benar kita mulai. Dan tentunya lebih serius lagi,” beber Salahudin.

Gelandang bertahan M Shulton Fajar mengaku siap menjalankan komitmen dengan tim pelatih.

”Tidak banyak waktu buat liburan. Di rumah tetap latihan jaga kondisi. Porsinya normal saja, yang penting tidak drop saat kembali ke Solo nanti,” beber pemain asal Malang, Jawa Timur itu.

Lain halnya dengan fullback kanan Dedi Tri Maulana. Eks pemain Timnas U-19 itu memilih menghabiskan waktu liburan di sekolah atlet Ragunan, Jakarta.

”Saya latihan di Ragunan (Jakarta,Red) mas. Soalnya kalau di rumah alat-alat buat latihan kurang,” jelas pemain asli Palu, Sulawesi Tengah itu. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia