Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kumuhnya Lahan eks Terminal Wonogiri, Bakal Dibangun Mal & Hotel Baru

26 Desember 2019, 20: 26: 36 WIB | editor : Perdana

Kondisi eks Terminal Giri Adipura Wonogiri yang memprihatinkan

Kondisi eks Terminal Giri Adipura Wonogiri yang memprihatinkan (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Eks Terminal Giri Adipura Wonogiri yang mangkrak kondisinya kian memprihatinkan sejak setahun belakangan. Namun, pemkab memastikan, lahan eks terminal yang mangkrak itu akan dibangun hotel dan mal bekerja sama dengan investor

Hingga akhir 2019, kondisi eks Terminal Induk Giri Adipura di Klampisan, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri masih mangkrak. Sejumlah bangunan di sisi utara rusak. Banyak bagian bangunan yang hilang. 

Selain itu, hampir seluruh besi pagar luar sisi barat hilang. Belum lagi saat musim hujan seperti saat ini, banyak genangan di area bekas terminal. Meski sebagian area sudah dimanfaatkan untuk pasar hewan dan depo pasir, namun kondisi terminal tidak sedap dipandang. Terlihat kumuh, mangkrak, dan tidak terurus.

Dimintai konfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri Ismiyanto mengakui, hingga kini belum menemukan cara yang efektif untuk mengelola lahan eks terminal tersebut.

"Kondisi tambah parah, kami juga direpotkan. Harus bagaimana juga belum ketemu yang tepat," kata Ismiyanto, Kamis (26/12).

Ismiyanto mengakui, awal 2019 ada investor yang berencana mengelola lahan itu. Wacananya akan dibangun mal dan hotel. Namun sampai saat ini, pihaknya belum tahu ihwal perkembangan rencana investasi itu. 

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Wonogiri Eko Subagyo. Eko mengaku selama 2019 ini belum ada pihak swasta yang mengajukan perizinan untuk pemanfaatan lahan eks terminal.

"Sampai saat ini belum ada yang memproses perizinan untuk hotel dan mal," kata Eko Subagyo, kemarin.

Terpisah, Bupati Joko Sutopo "Jekek" mengatakan, jika bicara terkait kerja sama investasi, pemkab harus menyiapkan payung hukumnya terlebih dahulu. Saat ini sudah ditetapkan Perda Aneka Usaha yang salah satu poinnya mengatur kerja sama antara pemerintah dan investor.

"Untuk membangun hotel dan mal, kami siapkan payung hukumnya terlebih dahulu. Nah, ini perdanya sudah disahkan, tinggal kami menindaklanjuti," kata Jekek.

Dalam perda tersebut disebutkan, pemerintah harus membentuk badan usaha terlebih dahulu. Baru kemudian, dalam badan usaha itu ada kerja sama dengan pihak ketiga. "Ya hotel dan mal akan lanjut, regulasnya sudah siap," pungkas Jekek. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia