Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Cabai Keriting Sentuh Rp 45 Ribu

28 Desember 2019, 16: 53: 14 WIB | editor : Perdana

MAKIN PEDAS: Samiyem, penjual cabai di Pasar Kartasura memilah dagangan.

MAKIN PEDAS: Samiyem, penjual cabai di Pasar Kartasura memilah dagangan.

Share this      

SUKOHARJO – Harga cabai selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merangkak naik. Di Pasar Kartasura, cabai keriting mencapai Rp 45 ribu per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit Rp 40 ribu per kg.

Samiyem, 72, pedagang cabai di Pasar Kartasura menjelaskan, harga cabai meroket sejak dua pekan terakhir. “Normalnya Rp 18 ribu per kg. Apalagi ini baru selesai kemarau, jadi banyak tanaman cabai mati,” ungkapnya, Jumat (27/12).

Cabai yang dijual Samiyem dibeli dari Surabaya karena stok di kawasan Kartasura terbatas. Dagangannya tidak selalu habis karena konsumen mengurangi pembelian. “Biasanya beli 1 kg, pol beli hanya setengah kilogram,” kata dia.

Kenaikan harga cabai diamini Sihyem, pedagang cabai di Pasar Ir. Soekarno. Padahal pekan lalu harga cabai keriting masih di angka Rp 30 ribu per kg. "Ini naik lagi dua pekan ini. Mungkin efek Natal ditambah musim kemarau panjang," terangnya. Tak jarang, mahalnya harga cabai mengundang protes pembeli.

Wiji, pembeli cabai memaklumi kenaikan harga tersebut. Dia menyiasatinya dengan mengurangi pembelian. “Ya belinya cuma sedikit. Paling separo saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sutarmo mengatakan, stabilisasi harga selama Nataru telah dilakukan dengan melibatkan distributor besar untuk menjamin stok barang dan harga. Sutarmo tidak menampik ada kenaikan harga cabai senilai Rp 5.000 per kg. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia