Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Travelling

Taman Kalaseba Berawal dari Semangat Menjaga Bengawan Solo

29 Desember 2019, 13: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Taman Kalaseba Berawal dari Semangat Menjaga Bengawan Solo

SEPERTI kata Maestro Gesang, Bengawan Solo memang selalu menjadi perhatian insani. Ungkapan itulah yang memunculkan ide pengelola membuat taman. Inisiatornya tak lain adalah Gunadi.

”Prihatin juga ya. Padahal Bengawan Solo sangat ikonik,” ungkap Gunadi.

Dia kemudian mengajak warga untuk bergotong royong menyulap taman. Pembersihan bantaran dimulai Maret lalu. Lantaran prihatin dengan kondisi bantaran yang hanya dipenuhi belukar, warga kemudian menyisakan pepohonan besar yang dirasa bisa menjadi peneduh panas.

Demi mempercantik taman, Gunadi dan warga lainnya mulai menanami Cemara, Ketapang, Trembesi, Bambu Kuning, Waru, Belgi, Trembesi hingga aneka tanaman bunga.

Namun di awal penanaman, tanaman-tanaman tersebut masih tampak layu. Tidak berputus asa, warga bergantian menyirami tanaman pada pagi dan sore hari. Seiring berjalannya waktu, akhirnya membuahkan hasil.

Akhir tahun ini kondisi taman sudah sangat subuh dan menarik dikunjungi. Selain difasilitasi dengan gazebo untuk bersantai, aneka bunga telah bermekaran cantik. Apalagi pengunjung berpapasan langsung dengan kemegahan Sungai Bengawan Solo tepat di samping taman. 

Keramahan warga juga terasa. Nyatanya pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Padahal pengelolaan taman dilakukan warga secara mandiri. Jadi jika traveler ingin berkunjung di sini, ada beberapa hal yang perlu diingat. Yakni jangan membuang sampah sembarangan dan jangan menginjak maupun memetik tanaman dan bunga ya.

”Dengan begitu kita bisa turut andil menjaga kelestarian bantaran Sungai Bengawan Solo,” bebernya. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia