Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BPPKAD Surakarta Distribusikan SPPT Lebih Awal agar PBB Segera Dibayar

30 Desember 2019, 15: 16: 17 WIB | editor : Perdana

JAGA TRADISI: Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjad memotong tumpeng guna menandai peluncuran SPPT PBB 2020 sekaligus syukuran akhir 2019 serta menyongsong pelaksanaan APBD 2020 di kantor OPD setempat, Jumat (27/12).

JAGA TRADISI: Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjad memotong tumpeng guna menandai peluncuran SPPT PBB 2020 sekaligus syukuran akhir 2019 serta menyongsong pelaksanaan APBD 2020 di kantor OPD setempat, Jumat (27/12).

Share this      

SOLO – Pemkot Surakarta mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) pajak bumi dan bangunan (PBB) 2020 lebih awal. Dengan inovasi tersebut, diharapkan persoalan keterlambatan pembayaran PBB dapat teratasi.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Yosca Herman Soedradjad mengatakan, 137.800 SPPT PBB 2020 sudah dibagikan ke kelurahan pada Jumat (27/12). Proses distribusi menggunakan lima mobil khusus yang meluncur ke seluruh kelurahan.

“Ini adalah salah satu inovasi dari pemkot. Dengan diluncurkan lebih awal, harapannya masyarakat lebih cepat menerima SPPT. Biasanya masyarakat menerima SPPT itu Maret. Lalu baru membayar PBB pertengahan tahun. Kalau sekarang, Januari menerima SPPT, Februari bisa langsung membayar,” terang Yosca.

Peluncuran SPPT lebih awal, lanjut Yosca, menguntungkan masyarakat yang akan transaksi jual beli tanah. Mereka bisa menggunakan SPPT asli. Dengan begitu, transaksi jual beli tanah dapat diurus lebih cepat.

“Selain itu dengan pembayaran PBB lebih awal, cashflow pemkot dapat berjalan lebih baik. Karena sesuai instruksi Walikota, agar kegiatan pembangunan dapat dilakukan pada trisemester awal,” terangnya.

Yosca menganggap inovasi kecil yang dilakukan pemkot berdampak besar terhadap pembangunan Kota Solo. Ke depan, pemkot akan terus memperbaiki sistem administrasi pengiriman SPPT guna memperoleh pendapatan maksimal dari sektor pajak khususnya PBB.

“Ini kelihatannya sederhana. Hanya mengajukan pengiriman tetapi menjadi kunci. Tahun-tahun berikutnya akan terus diperbaiki,” paparnya. (irw/fer)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia