Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Berbahaya, Dua Sumur di Terminal Ditutup

31 Desember 2019, 18: 30: 50 WIB | editor : Perdana

PENANGANAN: Petugas dishub, Polsek Boyolali Kota, dan komunitas BJA menutup sumur di Terminal Sunggingan.

PENANGANAN: Petugas dishub, Polsek Boyolali Kota, dan komunitas BJA menutup sumur di Terminal Sunggingan. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Terminal Sunggingan sudah tidak beroperasi lagi sejak 2 September. Seluruh operasional bergeser ke Terminal Penggung. Namun, relokasi ini menyisakan masalah baru. Dua sumur tua di Terminal Sunggingan dibiarkan menganga dan membahayakan warga.

Dua sumur tersebut terletak di dalam kompleks Terminal Sunggingan. Tepatnya di sisi sebelah timur dan barat. Berada di dalam kios bekas pedagang terminal lama.

Selain dibiarkan terbuka, sumur juga tidak memiliki dinding sama sekali. Di malam hari, kondisi sekitar sumur  cukup gelap. Tanpa penerangan sama sekali. Jika tidak segera tertangani, dikhawatirkan membahayakan warga. Apalagi Terminal Sunggingan rencananya bakal digunakan sebagai salah satu venue perayaan malam tahun baru.

“Awalnya kami mendapat informasi sumur itu dari tukang ojek yang biasa mangkal di sana. Katanya sangat berbahaya dan gelap. Bisa mencelakakan orang yang mungkin berteduh saat hujan,” terang Heri, anggota Komunitas Jeep Adventure Boyolali (BJA) Heri.

Penutupan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Dibantu jajaran dinas perhubungan (dishub) dan Polsek Boyolali Kota. Sumur ukuran 1x1 meter ini ditutup balok kayu lalu dicor semen.

“Sumur tidak memiliki dinding pelindung. Kalau sampai ada yang tercebur sangat berbahaya,” papar Kapolsek Boyolali Kota AKP Purnomo.

Sementara itu, kapolsek mengingatkan masyarakat agar tertib saat merayakan malam pergantian tahun. Jika menggunakan sepeda motor, tetap mematuhi peraturan lalu lintas. “Demikian juga pengguna mobil. Harus tertib,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia