Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Desa Nepen Sulap Aliran Irigasi Jadi Wisata Air

02 Januari 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

MURAH MERIAH: Wisatawan dari luar daerah merasakan sensasi tubing di aliran irigasi Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, kemarin (1/1).

MURAH MERIAH: Wisatawan dari luar daerah merasakan sensasi tubing di aliran irigasi Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, kemarin (1/1). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Di Desa Nepen, Kecamatan Teras, ada wahana wisata baru dan murah meriah. Di sana, wisatawan bisa merasakan sensasi tubing di saluran irigasi persawahan. Menariknya, air yang mengalir masih jernih. Karena langsung dari sumbernya.

Nah, di libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, cukup banyak wisatawan yang menikmati tubing di Desa Nepen. Mayoritas kalangan family yang mengajak buah hati masing-masing. 

Humas pengelola wisata air Desa Nepen Budi Susatya menjelaskan, lokasi di sana memang dikonsep khusus keluarga. Aliran irigasi yang berasal dari sumber mata air pas dijadikan wahana tubing.

“Aliran airnya tenang dan jernih. Juga tidak terlalu dalam. Sehingga aman untuk tubing bagi anak-anak. Selain itu, pemandangan di sekitar masih asri dan alami,” kata Budi, kemarin (1/1).

Selain tubing, Desa Nepen juga menawarkan aktivitas outbound. “Faktor keamanan bagi wisatawan sangat kami perhatikan. Selama libur Natal dan Tahun Baru, wisata air di sini selalu ramai. Baik dari Boyolali sendiri atau dari luar kota,” bebernya.

Biaya masuk wisata air di Desa Nepen cukup terjangkau. Wisatawan cukup merogoh kocek Rp 5 rubi per orang. “Kalau biaya sewa ban untuk tubing cuma Rp 10 ribu per orang,” ujar Lina Martila, 24, pengunjung asal Kota Semarang.

Lian mengaku sengaja datang jauh dari Kota Lumpia karena penasaran. Dia mendapat referensi dari media sosial Instagram. “Pemandangan persawahannya indah sekali. Sesuai dengan gambaran di medsos. Hitung-hitung menghilangkan penat karena di kota-kota sudah tidak ada sawah lagi. Jadi tempat wisata ini sangat pas untuk refreshing,” imbuhnya.

Sementara itu, Budi Santosa, 29, wisatawan asal Kota Solo datang bersama anak dan istrinya. “Bisa jadi wahana edukasi kepada anak terkait pertanian dan bahan pangan. Sekaligus mengenalkan alam sekitar. Jadi anak tak hanya bermain dengan handphone saja,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia