Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Minta Ganti Nama Tak Dituruti, Pemuda Hajar Ibu Kandung hingga Tewas

02 Januari 2020, 19: 40: 53 WIB | editor : Perdana

Kondisi korban penganiayaan yang akhirnya meninggal dunia

Kondisi korban penganiayaan yang akhirnya meninggal dunia (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Warga Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang digegerkan dengan kematian seorang ibu akibat dianiaya anak kandungnya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (1/12) malam, lantaran sang anak yang mengidap gangguan jiwa merasa kecewa permintaannya tak kunjung dituruti. 

Pelaku bernama Hendriyanto, 36, warga Dusun Barong RT 006, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang. Hendriyanto mengamuk di luar kendali setelah permintaannya untuk mengganti nama tidak digubris orang tua. 

Pemuda yang mengalami gangguan jiwa itu lantas menganiaya ibu kandungnya Daliyem, 50. Tragis, Daliyem akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit Yaksi Gemolong.

”Dia (Hendriyanto, Red) meminta namanya diganti yang lain, yang kebarat-baratan. Sama orang tuanya tidak dituruti, lantas ngamuk,” ujar Kapolesek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ikhsanudin mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (2/1).

Plh Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno menyampaikan, Pelaku merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Korban diketahui kali pertama oleh sang suami Sadiyo, 60. Saat itu, Sadiyo masuk ke kamar dan mendapati istrinya sudah bersimbah darah. Kemudian dia berteriak meminta tolong kepada tetangga sekitar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RS Yaksi dan tim identifikasi Polres Sragen, korban mengalami luka memar dan bengkak di wajah bagian mata kiri, punggung telapak tangan kanan memar. 

”Pelaku mempunyai riwayat gangguan kejiwaan dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jawa Daerah (RSJD) Surakarta. Diduga penyakitnya kambuh,” ujar Harno. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia