Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Lawu Ditutup, Para Pendaki Dievakuasi

04 Januari 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Salah seorang pendaki Gunung Lawu dievakuasi karena sakit, Kamis (2/1)

Salah seorang pendaki Gunung Lawu dievakuasi karena sakit, Kamis (2/1) (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Empat jalur pendakian Gunung Lawu ditutup sementara. Langkah ini diambil pengelola demi keselamatan pendaki, mengingat saat ini cuaca sangat ekstrem.

Koordinator lapangan Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Sunardi mengungkapkan, dari informasi lapangan, kondisi cuaca di sekitar puncak Lawu saat ini tidak memungkinkan karena terjadi badai dan kabut tebal. Bila  yang dimungkinkan bakal membahayakan para pendaki. Sementara bagi pendaki yang sudah terlanjur di puncak akan mendapatkan pengawalan dari sejumlah tim. Mereka ditugaskan untuk mendampingi pendaki turun. “Kami mencegah sejak awal agar tidak terjadi apa-apa terhadap pendaki,” ujarnya.

Ada empat jalur pendakian yang ditutup. Di antaranya jalur pendakian lewat Candi Cetho, Cemoro Kandang, Cemoro Sewu di Karanganyar dan Singolawu, Magetan, Jawa Timur. Penutupan ini sudah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, baik Perhutani dan relawan yang berjaga di pos pendakian.

“Sifatnya itu nanti tentatif. Kalau cuaca sudah tidak kabut dan badai reda maka bisa dibuka lagi. Tapi saat ini karena kondisi tidak memungkinkan maka disepakati ditutup dulu,” ucapnya.

Ditanya jumlah pendaki yang saat ini masih berada di area puncak atau masih berada di sejumlah titik camp di sepanjang jalur pendakian, Sunardi belum bisa memastikan. Yang jelas, mereka saat ini mendapatkan petugas, baik relawan maupun petugas tim gabungan lainnya. Sedangkan bagi pendaki yang berencana naik, sementara waktu dipending menunggu kondisi wilayah puncak Gunung Lawu membaik. 

“Ada tim pendamping yang naik, kita akan koordinasi terus untuk situasinya. Ada yang mau naik sekitar belasan pendaki, tapi belum kita izinkan dan harus menunggu kondisi di atas,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, setelah digelar perundingan bersama dengan sejumlah pihak, pemerintah akhirnya menutup jalur pendakian Gunung Lawu, karena kalau tidak akan berisiko fatal bagi pendaki. 

“Sampai kapan kami juga belum tahu. Tergantung koordinasi nanti dari teman- teman yang di atas (puncak Lawu) bagaimana,” jelas Titis. 

Sebelumnya, pendaki asal Tawangsari, Sukoharjo, Rina Aji terpaksa dievakuasi karena kondisi dia sangat lemah. Diduga dia tidak tahan dengan cuaca lawu, ditambah bekal logistik habis.  

Rina Aji berangkat mendaki ke Gunung Lawu bersama empat temannya melalui jalur pendakian Cemoro Kandang, pada Selasa malam (31/12). Empat anggota rombongan di antaranya Rijalush Sholih, Rina Aji, Jamal dan Oktavian. 

Rombongan pendakian turun Rabu (1/1) pada pukul 12.00. Tetapi, ketika sampai di pos tiga, Rina mulai merasakan sakit serta kehabisan logistik. Rijalush Sholih lalu turun lebih dulu dan melapor ke pos pendakian Cemoro Kandang tentang kondisi Rina.

Tim SAR Karanganyar mendapat informasi pada pukul 19.00. Setelah itu, tim segera melakukan evakuasi. Kamis (2/1) pukul 00.30, Rina mendapat penanganan medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar.

Koordinator Operasi SAR Karanganyar Muhammad Rasyid Al Fauzan meminta kepada para pendaki pemula agar mematuhi aturan saat hendak mendaki.  “Pendaki pemula harus benar-benar memperhatikan aturan. Persiapkan logistik, penerangan, alat perlindungan diri, serta kondisi fisik harus benar-benar sehat,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Menurutnya, banyak pendaki yang dia tangani dengan kasus sama, yakni kehabisan logistik lalu kedinginan dan jatuh sakit. Ini karena kurang persiapan sebelum mendaki. (rud/rm1/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia