Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features

Cara Nyeleneh Kasatlantas Polresta Surakarta Pantau Anggota

05 Januari 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SULIT DIKENALI: Kompol Busroni mengendarai motor untuk mengecek anggotanya yang bertugas di lapangan.

SULIT DIKENALI: Kompol Busroni mengendarai motor untuk mengecek anggotanya yang bertugas di lapangan. (A.CHIRSTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Kepadatan kendaraan di Kota Bengawan di jam-jam tertentu menuntut anggota Satlantas Polresta Surakarta selalu siaga di jalan. Guna memastikan anggotanya disiplin, Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Busroni punya resep rahasia. 

A.CHRISTIAN, Solo, Radar Solo

PERWIRA dengan pangkat melati satu di pundak ini melalukan penyamaran. Busroni menyusuri Kota Bengawan tidak mengenakan seragam apalagi mobil pantroli. Hanya kaus oblong dan celana kolor. Untuk menutupi identitasnya, dia mengendarai motor lawas.

Favoritnya adalah Vespa Super produksi 1976. Hampir setiap pagi Busroni berpatroli menggunakan motor buatan Italia itu. Agar tak tepergok anggotanya, rampung apel pagi, dia pulang ke rumah dinas untuk berganti seragam dengan kaus. Dilanjutkan memanasi mesin sepeda motor.

"Biasanya sekalian antar anak sekolah, sekalian patroli. Setelah anak sampai sekolah, saya keliling lagi. Pertama pasti pos polantas saya cek, kemudian titik rawan macet," jelas dia.

Selain vespa, Busroni punya motor lawas lainnya untuk melengkapi penyamaran. Meskipun jadul, motor tersebut tetap memiliki surat komplet. Menariknya, bagi polantas yang mengenali Busroni dan  berhasil memotretnya dari depan, bakal mendapat reward.  “Itu artinya anggota cermat dalam mengawasi arus lalu lintas," terang pria kelahiran Boyolali 8 Agustus 1980 ini.

Dengan penyamaran itu, Busroni bisa leluasa memantau kinerja anggotanya. Bila ada yang malas-malasan, langsung terdeteksi. “Kalau saya pakai seragam atau kendaraan dinas, otomatis anggota langsung turun ke jalan. Tapi kalau saya pakai baju preman, mereka tidak bisa membedakan mana masyarakat, mana komandan mereka," ungkapnya.

Ketika mendapati anggota tidak berada di lokasi tugas, Busroni tak segan menjatuhkan sanksi. "Selalu saya tekankan, walaupun (lalu lintas) sepi, tetap berada di lokasi yang telah ditentukan, karena kita tidak tahu perkembangan situasi di jalan. Jika meninggalkan lokasi, tentu dilakukan evaluasi dan ada punishment. Modelnya yang membentuk kedisiplinan," beber dia.

Tak hanya dipagi hari, pada sore dan malam hari, kasatlantas kerap berpatroli dengan metode yang sama. Tak hanya dititik rawan macet, namun juga di Mako II Polresta Surakarta untuk memastikan apakah petugas jaga ada di lokasi.

Cara ini juga diterapkan untuk mendengar aspirasi masyarakat terkait kondisi ruas jalan Kota Solo. "Kita jadi tahu macetnya itu dari arah mana. Dengan begitu, setiap kebijakan yang kita buat akan tepat sasaran," katanya. (*/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia