Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Kondisi SDN Sabranglor Mengkhawatirkan

Tidak Memiliki Ruang Belajar Representatif

05 Januari 2020, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

HARUS DIROBOHKAN: Anggota komisi IV DPRD Surakarta tinjau SDN Sabranglor Nomor 78 Mojosongo.

HARUS DIROBOHKAN: Anggota komisi IV DPRD Surakarta tinjau SDN Sabranglor Nomor 78 Mojosongo. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kondisi SD Negeri Sabranglor Nomor 78 Mojosongo dinilai sudah tidak efektif untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain bangunannya sudah tua, jumlah siswanya juga sedikit.

Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Putut Gunawan usai mengunjungi bekas SD inpres belum lama ini. Menurut Putut, bangunan yang digunakan adalah bangunan lama. Dia menyebut SD yang sempat terkena banjir akibat jebolnya talut milik seorang warga itu tidak memiliki ruang belajar representatif.

“Itu tidak bisa direnovasi atau tambal sulam. Sebaiknya dirobohkan, bangun baru,” kemarin (4/1). Namun, Putut tak sepakat jika bangunan baru hanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar SDN Sabranglor. Sebab jumlah siswa dari tahun ke tahun terus menurun. Tanpa menyebut angka rigitnya, politisi PDIP ini memastikan jumlah murid tidak memenuhi rombongan belajar (rombel).

“Sebaiknya SDN Sabranglor di-regruping saja. Kebetulan di sebelahnya ada sekolah juga, digabung kemudian bangun baru,” terangnya.

Sekolah yang dimaksud Putut adalah SDN Mipitan Nomor 189. Lokasinya persis di sisi kiri atau selatan SDN Sabranglor. “Kalau itu digabung nanti bisa sama-sama baik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan, usulan pembangunan SDN Sabranglor akan digodok bersama wali kota. Pihaknya memastikan pembangunan belum dilakukan pada tahun ini. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia