Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Balai Persis Semakin Sepi Pengunjung

05 Januari 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

MEMORABILIA: Salah satu pengunjung yang melihat koleksi piala Persis Solo di Balai Persis.

MEMORABILIA: Salah satu pengunjung yang melihat koleksi piala Persis Solo di Balai Persis. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejak pimpinan Persis Solo tak lagi dipegang oleh Paulus Haryoto sejak 2017 silam, ternyata Balai Persis semakin sepi. Sebelumnya manajemen Persis memang berkantor di Balai Persis.

Namun pada 2017 hingga 2019 saat manajemen Persis dipegang oleh Sigid Haryo Wibisono, ternyata Persis memutuskan membangun kantor sendiri. Tepatnya di daerah daerah Pasar Kliwon, yang akhirnya berpindah ke daerah Jajar. Kini setelah Persis dipegang oleh Vijaya Fitriyasa, kantor lama Persis di daerah Jajar sudah tak lagi digunakan. Persis kini berkantor di daerah Baturan, yang masih satu kompleks dengan mes pemain Persis. 

Untuk Balai Persis, memang semakin sepi pengunjung. Biasanya bangunan di depan Monumen Pers tersebut, kini hanya digunakan untuk rapat pimpinan Askot PSSI Surakarta ataupun beberapa klub lokal di Kota Solo.

”Tapi jarang dibuat rapat juga belakangan ini, karena pimpinan askot seperti pak Paulus (Haryoto, ketua Askot PSSI Kota Surakarta) hingga pak Gogor (sapaan petinggi PS Massa, Hari Isranto) tak setiap hari kesini. Jadi memang setelah Persis tak berkantor disini, Balai Persis tak pasti setiap hari ada yang datang masuk berkunjung,” terang penjaga Balai Persis Edy Supriyanto.

Belum lama ini, Balai Persis memang sempat beberapa kali digunakan oleh tim internal Persis. Khsusnya untuk menggelar beberapa rapat internal, yang membahas soal berbagai hal terkait sepakbola Solo.

Di lain sisi, Balai Persis sendiri jadi salah satu bangunan bersejarah buah Persis. Bangunan yang diresmikan sekitar tahun 1960an tersebut menyimpan puluhan piala koleksi Persis Solo. Dari zaman 1923 saat baru awal-awal berdiri, hingga terakhir saat menjadi runner up Divisi Utama musim 2006. 

”Kalau bangunannya jelas masih terawat, karena saya pasti tiap hari kesini untuk bersih-bersih. Piala koleksi di Balai Persis juga masih komplet dan sesekali dibersihkan,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia