Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pengungsi Longsor Betah Tempati Gudang

06 Januari 2020, 18: 07: 26 WIB | editor : Perdana

SEMENTARA WAKTU: Gudang kosong yang ditempati sembilan jiwa korban longsor.

SEMENTARA WAKTU: Gudang kosong yang ditempati sembilan jiwa korban longsor. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Dua kepala keluarga warga Dusun Dederan, RT 2 RW 5, Desa Nglegok, Ngargoyoso masih menunggu kepastian tempat tinggal usai rumahnya terdampak longsor. Mereka kini masih menempati gudang kosong milik tetangganya.

Total ada sembilan jiwa dari keluarga Ami Triyatmi, 39 dan Warso, 42 yang saat ini mengungsi. Mereka menempati gudang kosong milik Mardoyo, warga setempat.

Gudang tersebut berukuran 10 x 8 meter. Lokasinya cukup aman dari rumah mereka yang terancam longsor. Di dalamnya terdapat kursi, televisi, almari, dua dipan tempat tidur dan perabotan dapur. Sedangkan untuk mandi, mereka menumpang di kamar mandi masjid terdekat dan kamar mandi milik warga. Logistik berupa makanan masih terus dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Warso, salah seorang pengungsi mengaku, pihak desa sudah membantu mencarikan rumah kosong. Namun karena jarak lokasinya sangat jauh, niatan pindah sementara dibatalkan. Relokasi mandiri juga tidak dapat dilakukan. Mengingat keluarga terdampak tanah longsor tidak memiliki keluarga ataupun kerabat yang memiliki lahan kosong.

”Enak di sini (gudang,Red), karena dekat rumah. Jadi bisa nengok rumah sewaktu-waktu,” jelas Warso ditemui Jumat lalu (3/12).

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari BPBD. Apakah tanah tersebut masih layak untuk dihuni atau harus relokasi. Dia berharap, rumahnya masih aman. Karena jika masih layak, bangunan lama akan digeser ke barat. Mengingat masih ada sedikit lahan kosong di sekitar rumahnya.

“Terlepas bagimana bentuknya, akan serasa nyaman jika menempati rumah sendiri,” beber ayah dua anak tersebut.

Bupati Juliyatmono mengatakan, untuk sementara pihak keluarga yang terdampak diarahkan ke tempat yang aman dulu. ”Terpenting aman dahulu, nanti bisa akan kita carikan solusi,” ucapnya. (rm1/adi

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia