Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Inovasi Kedai Baca Sang Petualang Dorong Anak-Anak Tidak Gaptek

08 Januari 2020, 14: 40: 53 WIB | editor : Perdana

TEROBOSAN: Anak-anak peserta kursus komputer gratis di Kedai Baca Sang Petualang, kemarin (7/1).

TEROBOSAN: Anak-anak peserta kursus komputer gratis di Kedai Baca Sang Petualang, kemarin (7/1). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

Kursus tidak selalu harus berbayar dengan uang. Di Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, ada tempat kursus komputer untuk anak SD dan SMP yang bayarnya menggunakan sampah rumah tangga. 

IWAN KAWUL, Wonogiri, Radar Solo

SIANG kemarin gerimis turun tipis di Desa Belepanjang. Suasana di Kedai Baca Sang Petualang di jalan raya Solo-Pacitan, tepatnya di Dusun Jatirogo begitu sejuk. Di tengah gerimis yang semakin tebal, seorang ibu memboncengkan anaknya usia SD berhenti di depan kedai yang sehari-hari menyediakan buku-buku bacaan gratis itu. 

 Ya, hari itu, Muhammad Azka Rahardian dan teman-temannya memang datang ke sini ke kedai baca itu mengikuti kursus komputer. “Hari ini (kemarin) baru dimulai. Ini kali pertama masuk. Sebenarnya yang mendaftar ada 13 anak, tapi karena hujan yang datang hanya lima,” kata Wahyudi, pengelola Kedai Baca Sang Petualang, Selasa (7/1).

Kursus komputer yang digelar oleh Kedai Baca Sang Petualang bukan layaknya kursus komputer lain. Anak-anak cukup membayarnya dengan menggunakan sampah rumah tangga. Bisa botol plastik bekas, kardus, koran bekas dan bungkus-bungkus minuman sachet. Mereka mendapatkan materi tentang dasar-dasar pengoperasian komputer. Misalnya bagaimana menggunakan Ms Word dan Ms Exel. “Ada satu tutor yang mengajar, relawan juga,” kata Wahyudi.

Anak-anak yang ikut kursus cukup antusias. Belajar Microsoft  Word dan Microsoft Excel merupakan hal yang baru bagi mereka. Sayangnya, kedai baca baru memiliki dua unit komputer. Yang terdiri dari 1 unit komputer dan 1 laptop. Beruntung, tutor yang mengajar juga rela meminjamkan 1 unit laptopnya.

“Kalau nanti pesertanya semakin banyak, akan digilir. Saat ini hanya setiap Selasa, pukul 13.30 sampai 16.30,” katanya.

Usai kursus berakhir, anak-anak kemudian membayar kursus dengan sampah yang sudah dibawanya. Ada yang membawa satu karung penuh botol bekas, ada juga yang membawa dua sampai lima botol plastik bekas. Tidak ditentukan banyaknya sampah yang dibayarkan. Misinya adalah mencerdaskan anak bangsa sekaligus mengurangi sampah.

“Sampah-sampah ini nanti akan kami olah juga. Akan kami datangkan pelatih untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan dengan membuka kursus komputer berbayar sampah ini mendapat respons positif dari anak-anak. Terbukti mereka sangat antusias mengikuti kursus ini. “Senang sekali bisa belajar mengoperasikan komputer. Soalnya belum pernah diajari soal komputer. Apalagi bayarnya mudah cuma membawa sampah botol ke sini,” ujar Azka. (*/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia