Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Tembakau Naik, Daya Beli Masih Stabil

08 Januari 2020, 15: 26: 53 WIB | editor : Perdana

Harga Tembakau Naik, Daya Beli Masih Stabil

SOLO – Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok resmi naik per 1 Januari. Imbasnya, harga rokok di tingkat pengecer ikut naik. Kendati demikian, tidak berpengaruh pada daya beli masyarakat. Permintaan tetap sama.

“Sudah naik (harga) seminggu sebelum tahun baru. Dari tengkulak sudah naik juga. Tiap merek berbeda naiknya. Satu slop naik sekitar Rp 10 ribu,” beber pemilik toko rokok di Pasar Legi Sunardi, kemarin (8/1).

Kenaikan harga rokok sekitar Rp 1.000-3.000 per bungkus. “Satu slop isi 10 bungkus. Kalau satu slop harganya naik Rp 10 ribu, jadi per bungkus naiknya Rp 1.000 kalau eceran,” sambungnya.

Sunardi mengaku daya beli masyarakat stabil. Pembelinya tidak banyak komplain. Sebab informasi kenaikan harga rokok sudah tersebar luas. “Kalau saya kan pengecer. Tiap hari permintaan juga sama saja seperti saat harga rokok belum naik,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga dialami kios rokok milik Anik. Dias sudah menaikkan harga rokok sejak dua bulan lalu. Kenaikan hanya Rp 200-300 rupiah per bungkus. “Baru-baru ini harga saya naikkan sekitar Rp 1.000 per bungkus. Pembeli juga sama saja. Tidak berkurang,” ujarnya.

Konsumen rokok, Wahyu, warga Setabelan, Banjarsari mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Sebab rokok sudah menjadi kebutuhan pokok. “Ya mau bagaimana lagi? Mungkin saya harus berhemat agar tidak boros,” ujarnya. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia