Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Voli Duduk NPC Waspadai Thailand

08 Januari 2020, 15: 49: 55 WIB | editor : Perdana

JAGA SEMANGAT: Tim voli duduk Indonesia terus menggeber latihan jelang ASEAN Para Games 2020 Filipina yang mundur dua bulan.

JAGA SEMANGAT: Tim voli duduk Indonesia terus menggeber latihan jelang ASEAN Para Games 2020 Filipina yang mundur dua bulan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tim voli duduk National Paralympic Committe (NPC) Indonesia mewaspadai Thailand di ajang ASEAN Para Games 2020 Filipina, Maret mendatang. Dua tim sudah sering bertemu di ajang internasional.

”Kemarin kami ketemu Thailand saat try out di Korea. Hasilnya fifty-fifty. Waktu penyisihan, kami kalah 3-0. Namun di babak perebutan juara 3 kami malah menang, tapi menang tipis dengan skor 3-2. Nah artinya walaupun dari skor besarnya 1-1 ,tapi dalam skor kecilnya masih agak imbang,” beber Pelatih tim Voli Duduk NPC, Dedi Winata.

Hingga ini, tim voli duduk terus mempersiapkan diri jelang ASEAN Para Games yang dimulai 20-28 Maret mendatang. Meski jadwal diundur, namun semangat para atlet tidak kendur. Itu terlihat saat mereka mengikuti latihan rutin di GOR POK UNS, Manahan, kemarin (7/1).

”Di persiapan khusus, semula tim sudah masuk pra kompetisi. Namun karena pelaksanaanya diundur, maka pitch-nya diturunkan lagi. Karena kalau tetap digenjot, atlet akan lelah. Jadi dilakukan beberapa sparring dengan tim lokal,” jelasnya.

Diundurnya jadwal itu juga memberi keuntungan tersendiri. Persiapan tim semakin matang. Mereka siap tampil maksimal menghadapi lawan-lawannya di ajang olahraga penyandang disabilitas itu. Targetnya adalah medali emas.

”Sekarang masih banyak relaksasi. Kalau persiapan fisik sudah matang, tinggal menyiapkan strategi dan taktik untuk bertanding,” imbuh Dedi.

Cabang olahraga voli duduk hanya mempertandingkan kelas putra. Karena diharuskan ada empat negara yang tampil. Sementara saat entry number, hanya tiga tim putri yang mendaftar. Yakni Indonesia, Filipina, dan Kamboja.

”Kebetulan karena pelaksanaan mundur Maret, akhirnya pelatnas tetap jalan. Semakin mematangkan persiapan dan teknik,” tuturnya.

Meski Thailand dipandang sebagai lawan terberat, namun dia tidak menganggap remeh negara lain. Terutama tim tuan rumah Filipina yang pastinya akan mendapat dukungan dari suporternya.

”Meskipun ada lawan terkuat, kita tetap berjuang dengan taktik, teknik, dan strategi yang sudah disiapkan. Secara target tertulis memang medali perak. Namun kami optimis bisa meraih emas,” tandasnya. (mg1/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia