Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Dampak Proyek Flyover Purwosari,Lalin Manahan-Palang Joglo Rawan Ruwet

09 Januari 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Perlintasan sebidang di Overpass Manahan diusulkan untuk diaktifkan kembali untuk meminimalkan kemacetan selama proyek Flyover Purwosari

Perlintasan sebidang di Overpass Manahan diusulkan untuk diaktifkan kembali untuk meminimalkan kemacetan selama proyek Flyover Purwosari (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Overpass Manahan dan palang Joglo diprediksi bakal menjadi salah satu titik macet selama proses pembangunan Flyover Purwosari. Polresta Surakarta ambil langkah menyiagakan 150 anggota untuk mengurai kemacetan selama 24 jam dan memfungsikan traffic light timur polresta. 

Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni mengatakan, pengaktifan ini dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas yang mengarah ke Overpass Manahan. “Ini agar kendaraan tidak menumpuk di puncak overpass maupun di Jalan Dr Moewardi,” ucapnya.

Selain itu, polisi juga bakal menerapkan sanksi tilang bagi kendaraan yang nekat putar balik di Jalan Moewardi maupun parkir di sisi timur jalan. “Kami tetap sosialisasi. Kalau upaya tersebut masih tidak diindahkan, maka saksi tilang akan diberlakukan,” jelas Kasatlantas.

Ditambahkan Busroni, palang Joglo juga diprediksi terdampak kemacetan saat proyek flyover berlalu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan angkutan barang agar sementara armadanya melintas lewat jalur tol. “Nanti kalau Joglo macet, anggota saya di simpang Sumber akan mengarahkan kendaraan angkutan barang masuk ke Tol Klodran. Dari arah Surabaya diarahkan masuk ke pintu tol Kebakkramat,” urai Busroni.

Langkah yang dilakukan adalah menyiagakan 150 anggota untuk mengurai kemacetan selama 24 jam. Dibagi dalam tiga sif. Mulai pukul 07.30 sampai 14.00, kemudian pukul 14.00 sampai 20.00, dan pukul 20.00 sampai pagi. “Setiap shift ada 50 anggota,” jelas Buaroni.

Petugas yang berjaga di tiap pos juga ditambah. Dari dua menjadi empat anggota. “Jadi nanti dibagi. Misalnya di pos simpang empat Purwosari, dua petugas jaga di situ, kemudian dua lain di simpang tiga Pasar Jongke atau Kabangan. “Kami juga sudah menyiapkan tim urai bermoge yang siap diterjunkan ke titik macet,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memanfaatkan perkembangan zaman untuk mengetahui ruas jalan mana saja yang macet. “Ada aplikasi CCTV milik kami dan dishub yang bisa diakses dan memperlihatkan kondisi lapangan secara realtime. Bisa juga lewat google map, di mana bisa mendeteksi jalur mana saja yang macet, sehingga sebelum perjalanan masyarakat bisa mencari jalur alternatif lain,” ujar Busroni. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia