Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Damas Mawardi Termotivasi dari Legenda

09 Januari 2020, 16: 31: 45 WIB | editor : Perdana

KESEMPATAN BERHARGA: Damas Mawardi saat berada di pintu masuk Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.

KESEMPATAN BERHARGA: Damas Mawardi saat berada di pintu masuk Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. (DAMAS MAWARDI FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Atlet bulu tangkis masa depan Indonesia Damas Mawardi membuka impiannya menjadi juara dunia. Saat ini dia tengah ditempa di pelatnas PBSI. Minggu, 5 Januari lalu jadi langkah perdananya di pelatnas. Damas sudah memasuki tempat yang menjadi impiannya sejak kecil. Yakni Pelatnas PBSI. 

Hari itu, atlet 16 tahun tersebut, tentu berdebar-debar. Hatinya semakin termotivasi kala mengingat bahwa di tempat ini, atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang dikenal publik , banyak yang menempa kemampuannya di tempat ini. 

Tempat ini ibarat "kawah candradimuka" bagi atlet-atlet besar seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma,  Taufik Hidayat Sonny Dwi Kuncoro, Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Markis Kido, Kevin Sukamulyo, Markus Gideon, Liliana Natsir hingga Tontowi Ahmad.

Damas merupakan atlet asal Kota Solo yang juga anak dari Pelatih PB Exist Jakarta Andi Mawardi. Dia mengakui, banyak termotivasi dari para legenda yang ditemuinya secara langsung. Seperti contoh Sonny Dwi Kuncoro, enam tahun lalu.

"Om Sonny orangnya sangat baik, bahkan dia terus memberi motivasi kepada saya," kata Damas. 

Ia terakhir kali diberi banyak petuah berharga oleh peraih medali perunggu Olimpiade 2004 ini, saat ada kejuaraan di Surabaya.

Kemudian saat dia berusia 10 tahun, ia meraih Juara 1 Kejuaraan Taufik Hidayat di GOR Taufik, daerah Ciracas, Jakarta Timur.

"Saat itu om Taufik Hidayat sendiri yang menyerahkan piala kepada saya sebagai juara 1 dan hadiah sebesar 5 juta rupiah," kata Damas. 

Ia ingin menjadi penerus estafet di tunggal putra dan ia mengagumi cara main Taufik Hidayat yang begitu tenang dan memiliki senjata smes yang sangat mematikan lawan.

Satu lagi kenangan yang tidak pernah dilupakannya. Yakni saat ia masih menjadi atlet pemula. Ia diberi kesempatan yang tidak terduga untuk bertanding  dalam partai ekshibisi dalam Kejuaraan Jayabaya Open di Banten beberapa tahun lalu.

Dia harus menghadapi peraih medali perak ganda campuran Olimpiade Athena 1996, Trikus Harjanto. Damas berpasangan dengan Andika Pratama dan Trikus berpasangan dengan Richi Rachman, seniornya di klub Jayabaya. 

"Saat itu GOR bulu tangkis Jayabaya dipenuhi penonton yg sangat antusias menyaksikan saya  bertanding melawan om Trikus. Bola-bola om Trikus aneh dan mengundang tepuk tangan penonton," tambahnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia