Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Finishing Gedung Serbaguna Butuh Rp 42 M

10 Januari 2020, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SEPARO JALAN: Proyek pembangunan gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, kemarin. Finishing dianggarkan Rp 42 miliar.

SEPARO JALAN: Proyek pembangunan gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, kemarin. Finishing dianggarkan Rp 42 miliar. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah berkomitmen menyelesaikan pembangunan gedung serbaguna di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Termasuk menggelontorkan anggaran dari APBD sebesar Rp 42 miliar untuk finishing. 

Sebagai catatan, tahun lalu proyek menyasar struktur bangunan utama dengan nilai kontrak Rp 15,4 miliar. “Pagunya sekitar Rp 42 miliar sampai finishing dari bangunan utama. Tetapi kami review terlebih dahulu karena kemarin ada perubahaan pengerjaan. Kalau ada perubahan seperti ini, memang hal biasa,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten Pramana Agus Wijanarka, Kamis (9/1).

Tahun ini, bangunan utama gedung serbaguna diklaim rampung. Hanya saja, masih kurang pintu masuk, pagar, dan bangunan pelengkap lainnya. Termasuk gedung khusus catering, masjid, dan pendapa.

Diprediksi proyek gedung di lahan seluas 5 hektare tersebut rampung pada 2021. Mampu 2.500 tamu undangan. “Gedung pertemuan milik pemkab di RSPD sudah full. Bahkan harus booking dulu setahun sebelumnya. Maka dari itu kami bangun gedung pertemuan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Faktor lain, di Klaten belum ada fasilitas memadai untuk menggelar event tingkat provinsi maupun nasional. “Gedung ini punya lahan parkir cukup luas. Mampu menampung ratusan unit mobil dan ribuan kendaraan roda dua. Masyarakat juga bisa memanfaatkan pendapa yang akan dibangun di kawasan ini. Mampu menampung tamu undangan hingga ratusan orang untuk berbagai acara outdoor,” paparnya.

Kabag Humas Setda Klaten Wahyudi Martono menambahkan, Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten intensitas pemakaiannya padat. Sebab lokasinya cukup strategi di jantung kota. “Pendapatan di gedung RSPD saja, di 2019 telah melebih target. Mencapai Rp 380 juta. Jadi kalau pemkab membangun gedung pertemuan baru, cukup potensial,” urainya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia