Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pulang Rantau, Dua Warga Wonogiri Kena Malaria

10 Januari 2020, 10: 40: 59 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Pengasapan menjadi salah satu cara membunuh nyamuk dewasa di permukiman warga.

ANTISIPASI: Pengasapan menjadi salah satu cara membunuh nyamuk dewasa di permukiman warga. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Selain demam berdarah dengue (DBD), yang patut diwaspadai pada musim penghujan adalah malaria. Dua warga Kecamatan Tirtomoyo dan Kismantoro terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini.

“Pasien dari Puskesmas Tirtomoyo 1 dan Puskesmas Kismantoro," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma, Kamis (9/1).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wonogiri Suprio Heriyanto menambahkan, saat ini, malaria menjadi penyakit langka dan Kota Sukses bukan sebagai endemis.

Dua pasien malaria tersebut sebelumnya merantau di Sumatera dan wilayah Indonesia timur. Mereka segera mendapatkan penanganan dari dinkes. “Saat ini sudah dalam penanganan. Kalau berobat rutin ya sembuh," jelas dia.

Untuk diketahui, malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil. 

Walaupun mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria bisa sembuh secara total bila ditangani dengan tepat. Namun jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal, yakni menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.

Gejala malaria timbul setidaknya 10-15 hari setelah digigit nyamuk. Ada tiga tahapan yang dirasakan pasien selama 6-12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, mengeluarkan banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal.

Tahapan gejala malaria dapat timbul mengikuti siklus tertentu, yaitu tiga hari atau empat hari sekali. Beberapa komplikasi serius yang disebabkan malaria, di antaranya anemia berat, hipoglikemia, kerusakan otak, dan banyak organ gagal berfungsi. Komplikasi tersebut dapat berakibat fatal dan lebih rentan dialami oleh balita serta lanjut usia. Pengobatan dilakukan secara rutin guna mencegah penyakit tersebut kambuh. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia