Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Buang Bayi Langsung Tancap Gas Pol, Ibu 'Durhuka' Ini Ditangkap Polisi

11 Januari 2020, 07: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi

Share this      

BOYOLALI – Warga Dusun Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di teras rumah warga, kemarin pagi (10/1). Pelakunya tak lain ibu kandung bayi berinisial NN.

Saat beraksi, pelaku diduga mengendarai minibus Toyota Avanza. Diduga bayi tersebut baru dilahirkan, sesaat sebelum dibuang. Sebab ari-arinya masih menempel. Pertama kali ditemukan Nanik, 42, istri Warsito, pemilik rumah saat hendak keluar membeli sayur.

“Saat membuka pintu, saksi melihat sebuah tas tergeletak di lantai. Setelah dibuka, isinya bayi. Dibungkus selimut. Saksi lalu melaporkan kejadian ini ke warga sekitar dan polisi,” terang Kapolsek Ngemplak AKB Subiyati mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro.

Berdasarkan informasi, warga melihat sebuah minibus Toyota Avanza melintas di jalan desa. Lalu berhenti di depan rumah rumah Warsito. Hanya sesaat lalu tancap gas.

“Bayi malang tersebut lalu dibawa ke rumah bidan setempat. Selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Ngemplak dan RSUD Pandan Arang Boyolali,” papar kapolsek.

Oleh warga, kejadian tersebut segera dilaporkan ke mapolsek setempat. Begitu mendapat laporan, petugas bergegas mendatangi lokasi guna melakukan penyelidikan. Kejadian ini juga dilaporkan ke Polres Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menduga, bayi sengaja diletakkan di teras rumah warga. Agar bayi bisa dirawat dengan baik oleh pemilik rumah.

“Kami masih dalami dan meminta keterangan para saksi. Bayi dalam kondisi sehat," jelasnya.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya mengamankan NN di wilayah Solo. Oleh petugas, pelaku digelandang ke Mapolsek Ngemplak untuk dimintai keterangan.

“Ya, sudah kami amankan seorang pelaku, yaitu ibu dari bayi tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Mulyanto.

Meski sudah diamankan, kemungkinan NN belum ditahan. Sebab yang bersangkutan masih membutuhkan perawatan medis pascamelahirkan. “Rencananya kami bawa ke RSUD Pandan Arang karena bayinya juga di sana,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia