Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Antisipasi Bencana, Wali Kota Pimpin Posko Induk

11 Januari 2020, 17: 35: 34 WIB | editor : Perdana

KUATKAN KOORDINASI: Apel siaga bencana yang dihadiri forkompimda Surakarta di Plaza Manahan, Jumat (10/1).

KUATKAN KOORDINASI: Apel siaga bencana yang dihadiri forkompimda Surakarta di Plaza Manahan, Jumat (10/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Datangnya bencana memang tidak bisa ditebak. Tapi, bukan berarti tidak bisa diantisipasi guna meminimalkan dampak. Menghadapi musim penghujan dan cuaca ekstrem yang diprediksi hingga Maret mendatang, pemkot menyiapkan empat posko siaga bencana. 

Empat posko tersebut terdiri dari tiga posko terpadu dan satu posko induk yang dipimpin Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Guna memastikan kesiapan seluruh personel dan meningkatkan koordinasi, kemarin (10/1) digelar apel siaga bencana dihadiri unsur forkompimda Surakarta di Plaza Manahan

"Sebelum apel siaga kebencanaan, kami telah rutin melakukan perempelan pohon rawan tumbang di berbagai lokasi. Ditindaklanjuti rapat koordinasi dengan pimpinan daerah guna membentuk pokso kebencanaan berisi beragam peralatan evakuasi bencana, petugas medis, serta sukarelawan," terang wali kota di sela kegiatan.

“Hari ini (kemarin) awal koordinasi seluruh forkompimda. Biasanya kan berjalan sendiri-sendiri. Kali ini saya yang memimpin langsung. Saya juga harus turun apabila terjadi bencana. Tetapi semoga tidak ada bencana di Kota Solo," harap Rudy.

Hasil pendataan pemkot, potensi kebencanaan paling rawan adalah pohon tumbang dan banjir. Lokasi rawan banjir tersebar di sejumlah kelurahan di Kecamatan Jebres, yakni  Pucangsawit, Jagalan, Jebres. 

Berlanjut di Kelurahan Sangkrah, Joyosuran, Joyotakan, Kedung Lumbu, dan Semanggi yang masuk Kecamatan Pasar Kliwon. “Pemkot sudah memiliki alat pengolahan air banjir. Ini berfungsi mengurangi dampak dan rehabilitasi pascabencana," jelasnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta Eko Prajudhy Noor Aly menambahkan, dengah hadirnya posko siaga bencana tersebut, pengerahan tenaga evakuasi bisa lebih terarah. 

"Alat penyulingan air kotor menjadi air siap minum juga telah dipersiapkan. Alat ini untuk mengantisipasi hilangnya sumber air bersih saat banjir, khususnya di Kali Pepe," terangnya. 

Di lokasi yang sama, Dandim 0735 Solo, Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji menuturkan, pihaknya menyiapkan sekitar 35 personel khusus untuk siaga menghadapi bencana.

"Jajaran koramil turut menjadi tim reaksi cepat bersama sukarelawan bermilitansi dan rasa kemanusiaan tinggi," tandas dia.

Sementara itu, usai apel, wali kota bersama Kapolresta Surakarta Kombes Andy Rifai, dan Dandim 0735 melakukan taman pohon. “Solo menjadi salah satu target penanaman 1,5 juta pohon dari Polda Jawa Tengah. Hari ini kami menanam 700 pohon. Target kami tanam 5.000 pohon secara berkala. Lokasinya antara lain di di kompleks Stadion Manahan, bantaran sungai, mapolsek, dan lingkungan asrama polisi," ucap Andy. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia