Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Gasak Laptop, Dua Residivis Didor

11 Januari 2020, 18: 02: 05 WIB | editor : Perdana

SPESIALIS: Pelaku pencurian rumah terpaksa pakai kursi roda di Mapolres Klaten, kemarin.

SPESIALIS: Pelaku pencurian rumah terpaksa pakai kursi roda di Mapolres Klaten, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dua orang residivis spesialis pembobol rumah, Wiji Winarno, 39, warga Pasar Kliwon, Solo, dan Muhyani, warga Grogol, Sukoharjo harus merasakan timah panas di kakinya. Keduanya terpaksa didor saat pengejaran, Kamis (9/1). Setelah menguras harta benda di rumah Nining Suryani, warga Desa Karangwungu, Karangdowo, Klaten, Jumat dini hari (3/1).

Saat beraksi, kedua pelaku bermodal obeng dan tatah kayu untuk mencongkel jendela. Setelah berhasil masuk, mereka menggasak barang berharga milik korban. Yakni sebuah laptop, dua buah smartphone, perhiasan gelang dan cincin, jam tangan, serta uang tunai Rp 2 juta,” terang Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andryansah Rithas saat gelar perkara, kemarin (10/1).

Usai mendapat laporan, langsung dilakukanb pengejaran. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di kawasan Sukoharjo. Keduanya terpaksa didor karena mencoba melarikan diri saat penangkapan.

“Tak hanya sekali, pelaku pernah beraksi di Juwiring dan Gunungkidul. Saat kami menggeledah mobil yang digunakan saat beraksi, ditemukan airsoft gun, clurit, dan obeng,” bebernya.

Di Juwiring, pelaku menggasak burung jenis murai. Burung curian itu dijual Rp 500 ribu. “Kedua pelaku ini merupakan residivis karena sebelumnya pernah tersangkut kasus yang sama di Wonogiri dan Solo. Dalam menjalankan aksinya, selalu berdua dan dilakukan malam hari,” jelasnya.

Sementara itu, Muhyani mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Apalagi saat ini istrinya membutuhkan biaya besar untuk persalinan. “Hasil mencuri untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Butuh uang banyak karena persalinan istri harus operasi cesar,” ujarnya.

Atas perbuatan, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ada pun ancaman hukumannya penjara paling lama tujuh tahun. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia