Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga
PARALYMPIC TOKYO 2020

Bulu Tangkis Bidik Emas Perdana Indonesia

11 Januari 2020, 18: 34: 49 WIB | editor : Perdana

OPTIMISTIS: Atlet bulu tangkis NPC SuryoNugroho saat mengikuti sebuah kejuaraan di Sritex Arena.

OPTIMISTIS: Atlet bulu tangkis NPC SuryoNugroho saat mengikuti sebuah kejuaraan di Sritex Arena. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tak hanya fokus untuk persiapan menuju ASEAN Para Games 2020 di Filipina Maret lalu, ternyata beberapa atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia juga akan terjun Paralympic Games di Tokyo, Agustus mendatang.

Salah satu cabor andalan di dua event itu adalah bulu tangkis. Dalam waktu dekat, tim  ini juga akan menjalani try out dengan ikut kejuaraan di Brasil dan Spanyol. Ini juga untuk persiapan sebelum menuju Negara Matahari Terbit (Jepang). 

”Di Paralympic Jepang terjunkan atlet di kelas standing lower sama upper,” terang Pelatih Pelatih Kepala Bulu Tangkis NPC Indonesia, Muhammad Nurachman kepada Jawa Pos Radar Solo di sela pelatnas yang berlangsung di Hartono Trade Centre (HTC) Solo, kemarin (10/1).

Ada enam kelas yang akan diikuti tujuh andalan Indonesia di Paralympic Tokyo. Di kelas single standing lower(SL) 3 putra, ada nama Ukun Rukaendi. Sedangkan di kelas single SL 4 putra, Fredy Setiawan jadi andalan. Khusus untuk kelas single standing upper (SU) 5 putra, Indonesia akan mengandalkan pada sosok Deva Anrimusti dan Suryo Nugroho.

Menariknya, Leani Ratri akan jadi andalan utama Indonesia. Dia akan terjun di tiga kelas berbeda. Yakni di kelas single standing lower 4 putri, lalu double SL3-4-SU5 putri berpasangan dengan  Khalimatus Sadiyah Sukohandoko, dan bersama Hary Susanto di kelas double mix SL3-4-SU5.

Di ajang ini, Indonesia mengandalkan ke semua atlet. Salah satunya pada sosok Leani Ratri, yang kebetulan berstatus sebagai peringkat satu dunia. 

”Kami menargetkan raih satu emas, gak banyak-banyak. Kalau raih medali emas sesuatu hal yang luar biasa. Karena selama ini belum pernah ada yang dapat medali emas di Paralympic (kontingen Indonesia, Red). Empat tahun lalu hanya raih perunggu, empat tahun lalu juga medali perunggu,” imbuhnya.

Ya, Indonesia memang barumenabung dua medali di kejuaraan dunia tersebut. Ni Nengah Widiasih dari cabor angkat berat, meraih medali perunggu di Paralympic Games 2016 di Rio de Janeiro Brasil.

Empat tahun sebelumnya, atlet tenis meja David Jacobs meraih perunggu di Paralympic Games di London, 2010 silam.

Bulu Tangkis NPC cukup termotivasi. Terlebih ada beberapa atlet yang kini berlabel peringkat satu hingga dua dunia. Target medali di Paralympic dianggap cukup realistis. Termasuk harapan pecah telur, bisa meraih emas perdana.

“Kan sudah ada atlet dengan raihan poin tinggi di dunia, jadi kami sangat yakin bisa raih emas,” tegas Nurachman.

Pemusatan latihan sejak awal tahun 2019 untuk persiapan menuju ASEAN Para Games dan Paralympic Games juga terus dimatangkan. Sebelumnya para atlet juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan dunia. (mg2/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia