Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Selama Garap Flyover Purwosari Pasar Kembang-Ngapeman Dua Arah

12 Januari 2020, 12: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Selama Garap Flyover Purwosari Pasar Kembang-Ngapeman Dua Arah

SOLO – Sejumlah ruas jalan di pusat kota dipastikan tambah crowded. Menyusul akan diterapkannya skema jalur alternatif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) untuk mendukung kelancaran proyek Flyover Purwosari. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Ari Wibowo mengungkapkan, koridor Pasar Kembang-Ngapeman dibuat dua arah untuk mengakomodasi lalu lintas bus AKDP dari arah Sukoharjo dan Wonogiri. 

Nantinya, laju bus AKDP dari arah Sukoharjo-Wonogiri masuk via Simpang Gemblegan menuju Jalan Veteran. Sampai di kawasan patung Tipes diarahkan ke utara menuju Jalan Honggowongso dilanjutkan ke Pasar Kembang.

"Sebelumnya koridor Pasar Kembang-Ngapeman hanya berlaku dua arah setelah pukul 22.00. Saat proyek Flyover Purwosari berlangsung diberlakukan dua arah," jelasnya, Sabtu (11/1)

Sementara itu, dari Simpang Ngapeman, bus AKDP diarahkan ke Jalan Gajah Mada. Melintas ke Simpang Lima Balapan lalu ke Jalan S. Parman sebelum masuk ke Terminal Tirtonadi. "Setelah masuk ke terminal, AKDP dapat mengakses jalur biasa di Jalan Ahmad Yani dan seterusnya. AKDP yang ke Sukoharjo-Wonogori juga melalui Gilingan-Panggung-Warung Pelem-Semanggi-dan seterusnya,"  beber Ari.

Penerapan dua arus kendaraan diperkirakan memicu kepadatan di sekitar Pasar Kembang. Mengingat koridor Ngapeman termasuk kawasan central business district (CBD) yang banyak kantong parkir.

“Ada potensi pembebanan lalu lintas di setiap simpang. Makanya kami siapkan petugas untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas. Khususnya saat penerapan MRLL (manajemen rekayasa lalu lintas) secara total. Rencananya ada uji coba dulu,” ujarnya.

Di lain sisi, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta dishub menghidupkan kembali traffic light Polresta Surakarta dan menutup seluruh bukaan median jalan di Jalan Adi Sucipto, barat Overpass Manahan. 

"Tidak ada putar arah. Kalau putar arah bisa bikin macet. Jadi yang lewat Overpass Manahan yang mau ke SMP N 1 Surakarta harus lewat Jalan K.S Tubun," ujarnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia