Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Jadwal Mundur, Panahan NPC Anggap Berkah

12 Januari 2020, 15: 55: 59 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun berlatih panahan belum lama ini.

FOKUS: Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun berlatih panahan belum lama ini. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tim Panahan bentukan National Paralympic Committee (NPC ) Indonesia, ternyata hanya membidik satu emas di ajang ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina, Maret mendatang.

Tim panahan NPC akan bermaterikan 12 atlet. Yang mana mereka akan terjun di empat kelas, yang tiap kelas Indonesia menerjunkan tiga wakil. Baik pemanah putra maupun putri, di kelas compound ataupun recurve.

APG di Filipina, sejatinya akan digelar pertengahan Januari ini. Namun karena masalah dana, akhirnya tuan rumah memutuskan memundurkan jadwal jadi akhir Maret  nanti.

”Perubahan jadwal ini malah jadi berkah buat kita. Cukup menguntungkan sekali, karena persiapan kami baru sekitar 80 persen. Dan mundurnya jadwal, jelas membuat persiapan kami bisa lebih matang lagi pastinya,” ucap Pelatih Panahan NPC Tri Sugeng Purwanto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Sayangnya ada kendala yang muncul dari sisi persiapan. Dimana cuaca kadang tak mendukung. Ini lantaran semakin rutinnya hujan turun, yang membuat sesi latihan kadang terganggu.

”Kalau lagi tak hujan, angin sepertinya cukup baik menghembus. Jadi tidak kencang sekali. Sayangnya kalau sudah hujan, pasti membuat sesi latihan harus terhenti, dan kita ganti dilatihan tingan di dalam ruangan. Seperti latihan fisik ringan,” ujarnya. 

Di APG episode kali ini, Indonesia ternyata hanya menargetkan satu emas. Atlet yang dianggap jadi tulang punggung meraih podium tertinggi, tersebut adalah Fitriansyah yang akan terjun di kelas compound putra.

”Saya lihat tembakan dia semakin akurat. Poinnya juga terbilang cukupbagus perkembangannya. Atlet lainnya juga memperlihatkan perkembangan yang sangat baik. Kami memang menargetkan satu emas, tapi kita harap terpeleset, dan banyak emas lebih dari satu yang kita raih,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia