Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Tahun Tikus Logam, Kelenteng Tien Kok Sie Lepas Burung ke Alam

13 Januari 2020, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

BEBAS TERBANG: Ratusan burung dilepas dari sangkarnya dalam prosesi po oen di Kelenteng Tien Kok Sie, Minggu pagi (12/1).

BEBAS TERBANG: Ratusan burung dilepas dari sangkarnya dalam prosesi po oen di Kelenteng Tien Kok Sie, Minggu pagi (12/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, sebelum perayaan tahun baru Imlek, warga keturunan Tionghoa berbondong-bondong datang ke Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Minggu (12/1) pagi. Mereka menjalani prosesi po oen atau tolak bala bagi yang memiliki shio berbeda dengan shio Tikus Logam. 

Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluyo mengatakan, ada empat shio bertentangan dengan shio tikus logam. Yakni, kuda, kelinci, ayam, dan tikus. “Jadi nasib mereka akan kurang baik,” ujarnya.

Agar kesialan dapat dicegah, maka mereka yang percaya akan menjalani prosesi Po Oen. Di mana mereka diruwat dan disucikan sehingga nasib baik akan menyertai selama tahun tikus logam berlangsung. Caranya dengan bedoa di depan para dewa.

Setelah itu mereka akan melepaskan 999 hewan udara serta 999 hewan laut sebagai perwujudan perbuatan karma baik. “Kenapa buka hewan darat? Karena nantinya kalau hewan darat yang kita lepaskan, maka akan ditangkap, kemudian dibunuh. Oleh karena itu, karma baik malah menjadi karma buruk,” ujarnya.

Sumantri menambahkan, upacara Po Oen ditutup ritual siraman dan potong rambut. Setelah itu menikmati makan bersama di Klenteng Tien Kok Sie. Berapa banyak masyarakat yang shio-nya bertentangan, Sumantri kurang mengetahui jumlah pastinya. Sebab, banyak juga mereka yang shionya tidak bertentangan namun mengikuti prosesi. Hal ini agar hati mereka semakin mantap dalam merayakan tahun baru Imlek. “Tidak ada larangan aras hal tersebut,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Sumantri, ada cara lain agar pemilik shio bertentangan dapat terhindar dari kesialan, yaitu terus melakukan karma kebaikan selama setahun sebelum perayaan malam tahun baru Imlek. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia