Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Sosialisasi Proyek Flyover, Undang Pengusaha hingga Warga

13 Januari 2020, 10: 55: 59 WIB | editor : Perdana

LALU LINTAS: Jalan simpang tiga Tugu Lilin, Makamhaji, Kartasura ini bakal lebih padat setelah proyek Flyover Purwosari dimulai.

LALU LINTAS: Jalan simpang tiga Tugu Lilin, Makamhaji, Kartasura ini bakal lebih padat setelah proyek Flyover Purwosari dimulai. (RAGIL TRI CAHYONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penutupan palang Purwosari dalam rangka pembangunan Overpass tinggal dua pekan lagi. Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Surakarta telah menetapkan skema perubahan arus lalu lintas. Selasa besok (13/1), giliran seluruh elemen terdampak flyover ini akan menerima sosialisasi langsung dipimpin Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo.

Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak penutupan perlintasan sebidang ini sangat penting. Sebab, proyek ini akan memiliki ekses ke beberapa pihak. 

“Selain sosialisasi nanti sekaligus menampung apa yang menjadi keluhan  masyarakat. Rencananya akan dipimpin langsung dipimpin Pak Wali (Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo),” ujarnya kemarin.

Ari menambahkan, sedikitnya ada 280 undangan yang disebar, meliputi pengusaha kuliner  pasar buah, hotel, pusat perbelanjaan, bisnis provider, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, sekolah, serta pelaku bisnis lainnya. “Semoga pada saat rapat bisa langsung ketemu solusi dari apa yang mereka keluhkan,” katanya.

Disinggung soal pengalihan arus, untuk dalam kota menggunakan lima tahapan sesuai dengan kebutuhan proyek. Sedangkan untuk bus antarkota dalam provinsi dari arah selatan sudah final sesuai rapat Kamis (9/1) kemarin. 

Rute yang disepakati, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dari arah Wonogiri menuju Terminal Tirtonadi, dari simpang empat Tipes Jalan Veteran belok ke utara masuk Jalan Honggowongso, kemudian dari Pasar Kembang sampai simpang empat Ngapeman dijadikan dua arah. Masuk ruas Jalan Gajah Mada, kemudian ke arah terminal lewat depan Stasiun Solo Balapan,” ujarnya.

Sedangkan angkutan berat serta bus antarkota antarprovinsi (AKAP) akan dialihkan dari Solo Baru (simpang tiga SFA) ke Langenharjo menuju Pakis dan tembus jalan raya Solo-Jogja. “Untuk pengalihan arus ini sudah disetujui wali kota. Namun tetap diperhatikan dampaknya nanti di lapangan seperti apa. Pasti tetap akan selalu dievaluasi, terutama untuk jalur bus AKDP dan AKAP,” urainya.

Disinggung soal rencana uji coba pengalihan arus, Ari masih menunggu waktu yang tepat. “Sebelum pekerjaan dimulai kami akan masif sosialisasi dahulu, baik secara langsung maupun melalui media massa dan medsos,” ujar Ari. 

Di sisi lain, kondisi jalan di simpang tiga Tugu Lilin, Makamhaji, Kartasura telah lama dikeluhkan warga. Pasalnya masih banyak ditemui jalan tidak rata maupun berlubang. Ditambah lagi pengalihan kendaraan imbas Flyover Purwosari. Sebab, arus kendaraan dari Wonogiri dan Solo akan lewat kawasan itu. 

“Rusaknya sudah parah. Dari dulu juga dibiarkan begitu. Kalaupun diperbaiki hanya sementara setelah itu rusak lagi. Kalau nanti flyover dimulai dan arus dialihkan ke sini akan semakin parah,” ujar Ranto Sutrisno, warga Makamhaji, Kartasura.

Ranto mengaku selama ini masyarakat berinisiatif tambal sulam sendiri. Namun, tidak bertahan lama dan akhirnya rusak kembali. Karena volume kendaraan yang melintas cukup padat tiap harinya. “Kalau dialihkan harus ada perbaikan. Karena kendaraan yang melintas semakin banyak ditambah lagi ini musim hujan. Dan jalan pasti mudah rusak,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, pihaknya akan melakukan pemetaan dan memantau kondisi jalan. Baik saat ini maupun setelah terdampak pembangunan Flyover Purwosari. Selain itu, Bowo mengaku perbaikan jalan akan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

“Perbaikan jalan akan kami lakukan. Namun, sesuai kewenangan kami jika itu statusnya jalan milik daerah,” katanya.

Bowo mengaku persiapan perbaikan jalan dilakukan karena akan dijadikan lalu lintas peralihan arus kendaraan dari Wonogiri dan Solo. Selain itu, kondisi jalan di lokasi itu memang menjadi sorotan. Termasuk jalur Gentan dan  Baki.

“DPUPR tidak bisa melakukan perbaikan total. Sebab, simpang Tugu Lilin ini menjadi kewenangan Pemkot Solo. Kalaupun perbaikan hanya sebatas tambal sulam saja,” katanya.

Hal tersebut juga diamini Kepala Dishub Sukoharjo Djoko Indrianto. Pihaknya bersama DPUPR Sukoharjo juga telah mendesak Pemkot Surakarta untuk memperbaiki ini sebelum arus mudik Lebaran 2019. “Belum ada respons (dari pemkot). Akhirnya DPUPR Sukoharjo memberi alternatif menambal jalan yang rusak, namun sifatnya sementara,” katanya.

Bahkan, desakan ini juga pernah disampaikan saat rapat koordinasi persiapan pembangunan flyover belum lama ini. Termasuk jalan kampung di wilayah Kecamatan Baki dan Kartasura karena rawan rusak dilewati kendaraan,” lanjutnya. (atn/rgl/bun)

(rs/atn/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia