Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

TSTJ Terapkan Adopsi Satwa, Efisiensi Biaya Pakan Mahal

13 Januari 2020, 09: 40: 59 WIB | editor : Perdana

TERAWAT: Kedekatan induk lutung dan anaknya, koleksi satwa di Taman Satwa Taru Jurug. TSTJ masih terapkan program adopsi satwa untuk efisiensi biaya pakan.

TERAWAT: Kedekatan induk lutung dan anaknya, koleksi satwa di Taman Satwa Taru Jurug. TSTJ masih terapkan program adopsi satwa untuk efisiensi biaya pakan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) masih menerapkan sistem adopsi satwa. Sebab biaya pakan satwa selangit. Menyedot anggaran Rp 2,7 miliar per tahun. Seperti diungkapkan Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo.

Bimo mengaku, tahun ini ditargetkan ada yang mengadopsi 20 satwa dengan enam spesies. Antara lain, gajah, zebra, kapibara, rusa tutul, burung onta jantan, siamang betina, dan pelikan.

“Misalkan perawatan harimau dalam seminggu butuh Rp 5 juta. Kalau ada yang bantu adopsi sampai Rp 10 juta, berarti kami sudah terbantu selama dua minggu. Kalau yang diadopsi Rp 100 juta, penghematan kami ya sekitar Rp 100 juta itu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/1).

Bimo mengungkapkan, program adopsi satwa tidak hanya sebatas membantu biaya pakan saja. Namun juga menyasar perbaikan kandang. Mulai dari perluasan kandang, renovasi atap, hingga dinding pengaman. Sehingga tujuan program adopsi, yakni menyejahterakan satwa tercapai. Serta kunjungan wisatawan meningkat.

“Jadi adopsi itu, bukan satwanya yang dibawa pulang. Satwa ya tetap di sini. Berkembang biak dengan baik di sini. Tuijuannya agar satwa tidak lapar dan haus. Kandangnya juga bagus. Itu maksudnya,” tandasnya. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia