Sabtu, 22 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Akhirnya,Proyek Pengembangan Wisata yang Merusak Hutan Lawu Dihentikan

13 Januari 2020, 08: 14: 09 WIB | editor : Perdana

Para relawan, organisasi, komunitas, Perhutani, dan pemkab melakukan reboisasi di lokasi bekas proyek pengembangan wisata hutan lindung lereng Lawu, Minggu (12/1)

Para relawan, organisasi, komunitas, Perhutani, dan pemkab melakukan reboisasi di lokasi bekas proyek pengembangan wisata hutan lindung lereng Lawu, Minggu (12/1) (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Proyek pengembangan pariwisata di lereng Gunung Lawu akhirnya dihentikan. Proyek tersebut telah merusak hutan lindung petak 45 – 2 KPH Tlogodlingo, BKPH Lawu Utara KPH Surakarta di Kelurahan Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

Administratur Perum Perhutani Kasatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta Sugi Purwanta mengungkapkan, pihaknya telah mencabut izin pengembangan. Selain itu, juga membatalkan perjanjian kerja sama dengan pihak pengembang terkait pengembangan wisata di hutan lindung Perhutani.

“Kita sudah batalkan perjanjian kerja samanya. Kemudian permintaan dari Pak bupati yang menghendaki untuk mencabut izin juga sudah kami lakukan. Izin sudah kami cabut dan proses untuk pengembangan sudah kami hentikan,” terang Sugi Purwanta.

Ditambahkan Sugi, tugas dan wewenang dari administratur memang untuk menghentikan proses pengembangan tersebut. Sementara terkait izin untuk pengembangan pariwisata merupakan ranah direksi Perhutani.

Berkaca dari pengalaman ini, Perhutani akan melakukan proses evaluasi san koordinasi dengan sejumlah pihak, terutama pemerintah daerah. Koordinasi sangat diperlukan jika nantinya ada investor yang akan melakukan pengembangan wisata di lereng Lawu, khusunya di wilayah Lawu utara.

“Kita sudah punya tim yang nanti melakukan penelitian terkait izin dan prosedur lainnya. Yang jelas, semua harus sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Perhutani bersama para relawan dan organisasi yang tergabung dalam komunitas Jaga Lawu melakukan gerakan penanaman kembali atau reboisasi di lahan hutan bekas lokasi pengembangan wisata. Tampak pula Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi.

Bupati menegaskan, pihaknya tidak akan main-main dengan tindakan penebangan ataupun pengerukan di lereng Gunung Lawu. Meski terkait perizinan dan kewenangan ada di Perhutani. Namun, jika nanti ada investor yang melakukan pengembangan wisata, dia berharap setidaknya pemerintah harus diberi tahu. Ini guna menghindari tidak hal-hal yang tak diingankan dan konflik sosial.

“Koordinasikan dengan kabupaten. Setidaknya itu ada gambar 3D-nya atau gambar dari satelit, mana yang akan dikembangkan, seperti apa, nanti pengembangan harus jelas. Karena lebih bagus itu kita awasi bareng-bareng,” tegas bupati. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia