Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Staf BKK Eromoko Korupsi Miliaran, Ikut Jaringan Penggandaan Uang

14 Januari 2020, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Kasi Intel Amir Akbar (kanan) dan Kasi Pidsus (kiri) menggelandang tersangka Giri Rahmanto (tengah) ke mobil yang akan membawa tersangka ke Rutan Klas IIB Wonogiri

Kasi Intel Amir Akbar (kanan) dan Kasi Pidsus (kiri) menggelandang tersangka Giri Rahmanto (tengah) ke mobil yang akan membawa tersangka ke Rutan Klas IIB Wonogiri (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Ada cerita menarik di balik terbongkarnya korupsi miliaran rupiah di PD BKK Eromoko Cabang Pracimantoro dengan tersangka Giri Rahmanto, 36, warga Dusun Sumber RT 2 RW 1 Desa Puloharjo, Kecamatan Eromoko. Kepala Seksi Intelijen Kejari Wonogiri Amir Akbar membeberkan, kasus ini bermula dari kerja sama BKK Eromoko dengan Kejaksaan Negeri Wonogiri. Kerja sama ini di bidang perdata dan tata urusan negara.

 “Dimulai 2018 lalu, kemudian ada dugaan korupsinya. Lalu dilakukan penyelidikan oleh seksi intelijen. Oleh tersangka diakui, tapi tidak dikembalikan. Akhirnya dilimpahkan ke pidana khusus,” kata Amir.

Menurut Amir, semua kerugian yang dialami nasabah sudah dikembalikan melalui kas BKK Eromoko pada awal 2019 lalu. Artinya, jika tersangka yang merupakan staf di BKK tersebut tidak mengembalikan, berarti merugikan uang negara sekitar Rp 2,7 miliar. Sebab, saham BKK Eromoko merupakan gabungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. 

“Urusan nasabah dengan BKK Eromoko sudah selesai,” katanya.

Menurut Amir, tidak ada barang mewah atau properti yang dimiliki oleh tersangka. Pasalnya, uang sebanyak itu digunakan untuk gali lubang tutup lubang. Kata Amir, tersangka terjerumus penggandaan uang secara mistis sehingga nekat korupsi.

“Kalau dari pemeriksaan sementara dia mengaku terjerumus penggandaan uang. Uang yang disetorkan ke jaringannya itu sudah banyak, sehingga kalau mundur mungkin dia merasa rugi juga,” papar Amir.

Amir menyebut, tersangka di rumah menjalani bisnis kuliner sate kambing. Dari situlah, tersangka mengenal orang-orang yang membawanya terjerumus di penggandaan uang secara mistis.

“Satenya enak, bisnis satenya ramai. Ya karena terjerumus itu tadi jadi utangnya menumpuk. Gali lubang tutup lubang, tapi uang tidak kembali,” katanya.

Di tempat yang sama, penasihat hukum Giri Rahmanto, Andreas Ganis mengatakan, secara detail dia belum bisa memaparkan kasus yang menimpa kliennya. Sebab, dia belum mendapatkan informasi secara detail dari kliennya. “Saya baru dikabari hari ini (kemarin). Nanti pendampingannya seperti apa belum tahu, saya belum tahu detail,” kata Ganis. (kwl/bun/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia